Minggu, 12 April 2026 03:00 UTC

Ratusan warga Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto saling berebut ikan dengan menggunakan serokan jaring dalam pelaksanaan tradisi Bedah Sumber Dhuwur, Minggu pagi, 12 April 2026. Foto: Hasan.
JATIMNET.COM, Mojokerto - Ratusan warga Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto tumpah ruah di area sumber air di wilayah setempat, Minggu pagi, 12 April 2026.
Tua muda, laki perempuan saling berebut untuk menangkap ikan di sumber air dengan luas sekitar 100 meter. Alat yang digunakan adalah serokan jaring. Suasana meriah berlangsung di tengah antusiasme warga yang mengikuti tradisi Bedah Sumber Dhuwur.
Kepala Desa Wonosari, Takrib Handoyo menjelaskan tradisi dua tahunan ini digelar atas kehendak warga setempat. Selain agenda rutin, kegiatan ini memiliki makna kebersamaan sekaligus menjadi momen yang dinantikan warga.
“Ini merupakan tradisi yang digelar setiap dua tahun sekali atas kehendak masyarakat,” ungkapnya.
BACA: Tradisi Unjung-unjung di Mojokerto Berlangsung di Tengah Genangan Banjir
Ia menambahkan, suasana yang tercipta dalam kegiatan tersebut menyerupai perayaan hari besar bagi masyarakat desa.
Warga dari berbagai kalangan tampak berbaur menikmati kebersamaan.“Ada kebahagiaan tersendiri bagi warga kita ini, ibaratnya hari besar,” tambahnya.
Takrib juga menegaskan bahwa sumber air tersebut memiliki peran penting bagi kehidupan warga, terutama untuk mengairi persawahan.
Selain itu, lokasi ini juga telah berkembang menjadi salah satu ikon wisata desa yang terus dirawat setiap hari. “Sumbernya setiap hari dirawat, karena mengairi persawahan warga dan telah menjadi ikon wisata di sini,” tandasnya.
BACA: Tape Ketan Hitam, Sajian Khas Lebaran yang Jadi Primadona di Mojokerto
Sementara itu, salah satu warga, Rizki Syafi’i mengaku senang bisa ikut serta dalam tradisi tersebut. Ia berhasil mendapatkan cukup banyak ikan, mulai dari jenis mujair, nila dan tombro dalam waktu singkat.
“Iya senang dapat 10 kilogram. Rencananya buat dimasak bersama keluarga di rumah,” katanya.
Rizki juga menjelaskan bahwa proses menangkap ikan yang hanya menggunakan serokan jaring membutuhkan ketelatenan khusus. “Ini tadi satu jam di sini, cara ambil ikannya harus pakai jaring saja,” pungkasnya.
