Bawaslu Jatim Kecam Penganiayaan Anggota Panwascam Pamekasan

Nani Mashita

Jumat, 5 April 2019 - 21:25

JATIMNET.COM, Surabaya – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur mengecam penganiayaan terhadap dua anggota Panwascam Waru, Pamekasan, 4 April 2019.

Aksi premanisme berupa pemukulan diduga dilakukan oleh seorang calon anggota legislatif kepada Ketua Panwascam Waru, Pamekasan, Samsul dan anggotanya Mohammad Tohiruddin.

Anggota Bawaslu Jatim Purnomo Satriyo Pringgodigdo menyatakan, pemukulan terhadap Ketua dan Anggota Panwascam Waru merupakan tindakan premanisme yang jauh dari semangat demokrasi. 

BACA JUGA: Bawaslu Pelototi Iklan dan Keterlibatan ASN di Kampanye Akbar

Purnomo mengingatkan dan mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga suasana kondusif untuk pemilu 2019 yang damai.

“Pemilu adalah ruang kontestasi untuk memilih wakil rakyat yang beradab, namun yang dilakukan oleh oknum caleg terhadap penyelenggara pemilu merupakan tindakan biadab,” kata Purnomo dihubungi Jumat 5 April 2019.

Sebagaimana keterangan dari Bawaslu Pamekasan, kata Purnomo, pada tanggal 4 April sekitar pukul 22.30 WIB terjadi kekerasan fisik dan verbal terhadap Samsul dan Mohammad Tohiruddin, Ketua dan Anggota Panwascam Waru Pamekasan yang dilakukan oleh salah satu oknum caleg dari Kabupaten Pamekasan.

BACA JUGA: Bawaslu Kabupaten Kediri Libatkan Lima Lembaga

Kejadian bermula saat Samsul dan Tohiruddin bersama jajaran lainnya menurunkan APK yang dinilai melanggar aturan. Namun ternyata kerja panwascam tersebut malah berbuah kekerasan.

Oknum caleg datang ke lokasi penurunan APK dan memukul Samsul serta mencekal kerah baju Tohir sembari mengintimidasi mereka. Oknum caleg itu bukan hanya menggertak, namun berlanjut kepada pemukulan fisik pada Tohiruddin.

Akibatnya, baik Samsul dan Tohiruddin mengalami luka-luka di tubuhnya. Menurut Purnomo, keduanya sudah melaporkan pemukulan ini kepada Polres Pamekasan. Keduanya juga sudah menjalani visum untuk memperkuat bukti-bukti penganiayaan.

“Atas peristiwa ini Bawaslu Jatim meminta polisi mengusut tuntas kejadian ini. karena kekerasan dalam bentuk apapun tidak dapat dibenarkan dan dapat dipidana,” katanya tegas.

Baca Juga

loading...