Bahaya, Tidak Boleh Sembarangan Pasang Roof Box

Hari Istiawan

Sabtu, 18 Mei 2019 - 23:34

JATIMNET.COM, Surabaya – Musim mudik biasanya banyak orang yang memasang roof box atau roof rack untuk mnegangkut barang bawaan yang banyak. Apalagi kalau bagasi sudah tidak muat.

Dua benda tersebut berfungsi membawa barang-barang yang ditaruh di bagian atap, sehingga kondisi di dalam kabin, tetap lapang, tanpa barang berlebih.

Mengutip laman Auto2000, yang harus dipahami adalah, tidak semua jenis mobil dikondisikan untuk mengaplikasi kompartemen tambahan berupa roof rack atau roof box.

BACA JUGA: Jelang Mudik Lebaran, Banyak Sopir Bus Alami Hipertensi

Suparna, Kepala Bengkel Auto2000 Salemba, menjelaskan, jenis mobil yang ideal menggunakan kompartemen tambahan di bagian atap adalah yang sudah dilengkapi dengan roof rail dari pabrikan.

Biasanya, jenis mobil yang paling umum dilengkapi fitur roof rail adalah sport utility vehicle (SUV). Tapi sekarang model MPV pun sudah mulai menggunakan.

“Biasanya SUV sudah pakai roof rail, yang memang berguna sebagai penyangga roof box atau roof rack,” jelasnya.

“Artinya memang peruntukannya sudah didesain agar bisa mengaplikasi kompartemen tambahan di atap, kalau di Toyota itu seperti All New Fortuner atau All New Rush,” kata Suparna.

BACA JUGA: Dinkes Jatim Siapkan 1.584 Faskes Saat Arus Mudik

Suparna menjelaskan, meski banyak produk roof rack aftermarket yang ada di pasar, baiknya lebih bijaksana dalam mengambil keputusan.

Faktor utama yang wajib didahulukan adalan keamanan dan keselamatan. Pasalnya, misalnya mobil bergenre MPV, hatchback, apalagi city car, karena secara kekuatan jelas berbeda dengan SUV.

Bila memaksa menggunakan roof box atau roof rack, maka ada efek samping yang bisa merugikan. Termasuk menciptakan kerugian material jika sampai atap mobil penyok sehingga butuh perbaikan tidak murah.

“Efek pengunaan roof box atau roof rail pada mobil yang memang tidak direkomendasikan, bisa berbahaya,” katanya.

“Pertama faktor kenyamanan berkendara akan terganggu karena beban mobil yang lebih berat, lalu bila terlalu tinggi akan mengoreksi center of gravity mobil sehingga saat melaju di tikungan bisa  berbahaya,” tutupnya.

Baca Juga

loading...