Sabtu, 09 May 2026 05:00 UTC

Ilustras tubuh mulai gampang lelah. -Dx Gen-AI
JATIMNET.COM - Tubuh cepat lelah saat kemarau menjadi keluhan yang mulai sering muncul ketika cuaca berubah lebih panas dalam beberapa pekan terakhir. Banyak orang merasa lebih mudah pusing, sulit fokus, dan cepat mengantuk meski aktivitas harian tidak terlalu berat.
Fenomena ini ternyata cukup berkaitan dengan kondisi cuaca. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memperkirakan sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau secara bertahap sejak April hingga Mei 2026.
Perubahan suhu dan kelembapan udara membuat tubuh perlu waktu untuk beradaptasi. (bmkg.go.id)
Banyak orang menganggap rasa lelah tersebut hanya akibat pekerjaan atau kurang tidur. Padahal, suhu panas membuat tubuh bekerja lebih keras menjaga kestabilan cairan dan temperatur tubuh setiap hari.
Dehidrasi Ringan Sering Tidak Disadari
Saat cuaca panas, tubuh mengeluarkan cairan lebih banyak melalui keringat. Masalahnya, banyak orang tidak langsung mengganti cairan yang hilang dengan cukup air putih.
WHO menjelaskan bahwa dehidrasi ringan saja sudah dapat memengaruhi konsentrasi, energi, dan kemampuan tubuh menjaga performa fisik sehari-hari. Tubuh biasanya mulai memberi sinyal lewat tenggorokan kering, sakit kepala ringan, atau rasa lemas yang muncul perlahan. (who.int)
Fenomena ini cukup sering dialami pekerja kantoran, pengguna motor, mahasiswa, hingga orang yang lebih banyak beraktivitas di luar ruangan saat siang hari.
Sebagian orang justru lebih sering mengonsumsi kopi, minuman manis, atau es berlebihan saat cuaca panas. Padahal minuman tinggi gula tidak selalu membantu tubuh tetap terhidrasi dalam waktu lama.
Cuaca Panas Membuat Kualitas Tidur Menurun
Awal musim kemarau juga membuat banyak orang mulai kesulitan tidur nyaman pada malam hari. Suhu kamar terasa lebih gerah dan tubuh sulit benar-benar rileks.
National Sleep Foundation menyebut suhu ruangan yang terlalu panas dapat mengganggu fase tidur dalam dan membuat tubuh lebih mudah terbangun saat malam. Akibatnya, tubuh bangun dalam kondisi kurang segar meski durasi tidur terlihat cukup. (sleepfoundation.org)
Kurang tidur membuat sistem imun ikut melemah. Tubuh menjadi lebih sensitif terhadap perubahan cuaca dan lebih mudah mengalami flu ringan atau sakit kepala.
Tidak sedikit orang akhirnya mengandalkan kopi tambahan agar tetap produktif sepanjang hari. Siklus ini membuat tubuh semakin cepat lelah jika berlangsung terus-menerus.
Aktivitas Ringan Terasa Lebih Menguras Energi
Cuaca panas membuat tubuh mengeluarkan energi lebih besar bahkan untuk aktivitas sederhana. Berjalan di bawah matahari, terjebak macet, atau berada di ruangan pengap bisa membuat tubuh cepat kehilangan stamina.
Data penelitian kesehatan yang dipublikasikan National Institutes of Health (NIH) juga menunjukkan suhu panas berlebihan dapat meningkatkan risiko kelelahan fisik dan menurunkan kemampuan konsentrasi tubuh dalam bekerja. (nih.gov)
Karena itu, banyak orang merasa emosi lebih cepat naik atau sulit fokus saat cuaca sedang terik. Tubuh sebenarnya sedang bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap stabil.
Kondisi ini semakin terasa pada masyarakat urban yang memiliki mobilitas tinggi setiap hari.
Cara Menjaga Tubuh Tetap Fit Saat Musim Kemarau
Menjaga kondisi tubuh saat cuaca panas sebenarnya bisa dimulai dari langkah sederhana. Minum air putih secara rutin tetap menjadi hal paling penting agar tubuh tidak mengalami dehidrasi ringan.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas berlebihan di bawah paparan matahari langsung pada siang hari ketika suhu sedang tinggi. (bmkg.go.id)
Tidur yang cukup membantu tubuh memulihkan energi lebih optimal. Mengurangi penggunaan gadget sebelum tidur juga membantu kualitas istirahat menjadi lebih baik.
Konsumsi buah segar dan makanan bergizi membantu tubuh mendapatkan cairan dan nutrisi tambahan saat cuaca panas. Aktivitas fisik ringan seperti jalan santai atau stretching juga membantu tubuh tetap bugar tanpa terlalu membebani energi.
Tubuh cepat lelah saat kemarau sebenarnya menjadi tanda bahwa tubuh sedang berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan cuaca dan ritme aktivitas harian.
Di tengah suhu yang semakin panas dan aktivitas modern yang padat, menjaga cairan tubuh, pola tidur, dan keseimbangan aktivitas menjadi langkah sederhana agar tubuh tidak mudah drop sepanjang musim kemarau.
