Logo

Areal Stadion Bayuangga Kota Probolinggo Jadi Tempat Pembuangan Sampah

Reporter:,Editor:

Rabu, 21 October 2020 23:40 UTC

Areal Stadion Bayuangga Kota Probolinggo Jadi Tempat Pembuangan Sampah

SAMPAH. Sampah yang dibuang di sekitar areal Stadion Bayu Angga, Kota Probolinggo, mengganggu masyarakat yang sedang berolahraga, Rabu, 21 Oktober 2020. Foto: Zulkiflie

JATIMNET.COM, Probolinggo – Areal Stadion Bayuangga Kota Probolinggo yang berlokasi di RT 05 RW VI Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, jadi tempat pembuangan sampah beberapa orang tak bertanggung jawab.

Itu terlihat Rabu sore, 21 Oktober 2020 dimana banyak sampah berceceran di sebelah utara luar pagar lapangan sepak bola setempat. Ada yang terbungkus plastik, ada pula yang dibuang sembarangan.

Keberadaan sampah ini tak hanya dijumpai di satu titik, melainkan tercecer mulai tikungan dekat rumah mantan Wali Kota Probolinggo Kuntjoro Soehadi hingga tikungan barat ke selatan Stadion Bayuangga.

BACA JUGA: Limbah Medis Bertebaran di Sungai Probolinggo

Kondisi tersebut dikeluhkan warga sekitar dan masyarakat yang tengah memanfaatkan areal stadion sebagai lokasi olah raga.

Seperti diungkapkan Sugeng Santoso yang merasa tak nyaman dengan keberadaan sampah tersebut.

Menurutnya, selain merusak keindahan, bau yang ditimbulkan membuatnya tak nyaman saat melewatinya. Ia berharap agar ada perhatian dari pihak terkait.

"Jelas mengganggu, Mas. Apalagi baunya juga enggak sedap. Harapan saya lekas dibersihkan, apalagi ini di stadion," ujarnya di sela-sela aktivitas jogging.

Senada dikatakan Raihan, pemuda lainnya yang juga tengah jogging di areal Stadion Bayuangga. Menurutnya, keberadaan sampah tersebut kerap dijumpai saat dirinya tengah jogging.

"Hampir seminggu dua kali saya jogging di sini dan sering nemuin sampah begini, kalau dibilang mengganggu iya, enggak enak juga baunya," katanya.

BACA JUGA: 250 Relawan Bersihkan Sampah di Pulau Gili Ketapang

Sementara itu, Ketua RT setempat, Mugiyanto, mengatakan sampah bukan dari warga sekitar lingkungan. Mugiyanto menduga sampah tersebut dibuang warga luar kampun.

Apalagi di lingkungannya sudah ada petugas yang dibayar untuk mengambil sampah dari rumah-rumah warga.

“Kami pastikan sampahnya bukan dari warga sini. Karena di lingkungan kami sudah ada petugasnya. Kemungkinan warga luar karena di sana gelap kalau malam,” katanya.

Pihaknya sebenarnya sudah menyampaikan kondisi tersebut ke dinas terkait, yakni Dinas Lingkungan Hidup. Namun, sampai saat ini tak ada tindak lanjut, meski keberadaan sampah tersebut menggangu lingkungan.