Jumat, 05 June 2026 12:00 UTC

Warga berupaya mengevakuasi dua anak SD yang tenggelam di Danau Betok, Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo pada Jumat sore, 5 Juni 2026. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Peristiwa tragis menimpa dua anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) di kawasan Ranu Betok, Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jumat sore, 5 Juni 2026. Keduanya meninggal dunia setelah tenggelam saat bermain di area perairan danau tersebut.
Korban diketahui berinisial AD dan WY, warga Dusun Manggis, Desa Tiris, Kecamatan Tiris. Sebelum kejadian, kedua anak itu menghabiskan waktu bersama seorang temannya di sekitar Ranu Betok sekitar pukul 15.00 WIB.
Saat berada di lokasi, AD dan WY diduga memutuskan untuk berenang di perairan ranu. Namun, keduanya mengalami kesulitan dan akhirnya tenggelam. Mereka tidak sempat menyelamatkan diri.
Sementara itu, seorang teman korban yang tetap berada di tepi danau tidak ikut berenang. Melihat kejadian tersebut, ia langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Teriakan itu mengundang perhatian masyarakat yang kemudian berdatangan ke lokasi. Warga bersama personel Polsek Tiris dan Pemerintah Desa Ranuagung segera melakukan pencarian terhadap kedua korban.
Petugas dan warga akhirnya menemukan kedua anak tersebut di area perairan. Tim kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menjalani pemeriksaan.
Kasihumas Polres Probolinggo, Iptu Merdhani Pravita Shanty, membenarkan peristiwa yang menewaskan dua anak tersebut.
BACA: Bocah 7 Tahun di Glenmore Banyuwangi Hanyut Terseret Arus Sungai Pengondangan
"Benar, telah terjadi peristiwa dua anak tenggelam di kawasan Ranu Betok, Kecamatan Tiris. Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut," kata Pravita.
Ia menjelaskan, petugas masih bekerja di lapangan untuk mengumpulkan berbagai informasi terkait insiden tersebut. Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui langsung peristiwa itu.
"Petugas masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan bukti-bukti dan meminta keterangan saksi. Proses penyelidikan masih berlangsung," ujarnya.
Setelah menjalani pemeriksaan di puskesmas setempat, jenazah kedua korban diserahkan kepada keluarga masing-masing. Pihak keluarga kemudian membawa jenazah untuk disemayamkan dan dimakamkan.
Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Warga sekitar yang mengikuti proses pencarian dan evakuasi juga turut merasakan kesedihan atas meninggalnya dua anak tersebut.
