Pernyataan ini membantah temuan Sri Lanka sebelumnya.

Ardern Tak Temukan Kaitan Bom Sri Lanka dengan Christchurch

Dyah Ayu Pitaloka

Rabu, 24 April 2019 - 12:25

JATIMNET.COM, Surabaya -  Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan, jika ia tidak mengetahui laporan intelejen manapun, yang menyebutkan, kaitan antara penembakan Christchurch dengan bom Sri Lanka.

“Kami tidak menerima apapun, baik secara resmi maupun laporan intelejen yang menguatkan apa yang disebutkan oleh Sri Lanka,” kata Ardern dalam sebuah konferensi pers di Auckland, Rabu 24 April 2019, dikutip dari Reuters.

“Sri Lanka sedang dalam tahap awal penyelidikan. Jadi kami akan mundur dan membiarkan mereka melakukan penyelidikan itu, namun di tahap ini kami tak memiliki apapun untuk menguatkan apa yang telah mereka katakan,” katanya.

Negara Islam (IS) telah mengklaim bertanggung jawab atas bom Sri Lanka pada Selasa, serta menyebutkan nama tujuh pelaku bom bunuh diri itu.

BACA JUGA: Ini Motif Bom Gereja dan Hotel di Sri Lanka

Namun, IS tidak memberikan bukti tambahan untuk menguatkan klaim mereka.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan muda Sri Lanka Ruwan Wijewardene, mengatakan kepada parlemen pada Selasa, bahwa hasil penyelidikan awal menemukan jika bom hotel dan gereja dan menewaskan 321 orang, dilakukan sebagai aksi balas dendam atas penembakan di dua masjid di Selandia Baru, 15 Maret lalu.

Namun, analis dan ahli keamanan telah mempertanyakan apakah koordinat bom dan serangan bisa direncanakan dalam rentang waktu yang cukup pendek.

Selain itu, Wijewardene juga mengungkapkan klaim temuan lain.

BACA JUGA: PM Sri Lanka Sebut Ada Informasi Awal Sebelum Ledakan

Dalam sebuah konferensi pers, Wijewardene menyatakan perkembangan penyelidikan identitas pelaku peledakan bom, dan sejumlah kaitan dengan keterlibatan IS.

Ia juga menyatakan kepada parlemen, jika dua kelompok Islam, Jemaah Tauhid Nasional dan Jammiyathul Milathul Ibrahim, bertanggung jawab dalam ledakan Minggu pagi itu.

Baca Juga

loading...