Kamis, 19 March 2026 13:00 UTC

Gubernur Jatim, Khofifah saat melepas peserta mudik bareng yang digelar Pemprov. Foto: Istimewa/Kominfo
JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil langkah antisipatif untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem selama arus mudik Lebaran 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, OMC dilakukan untuk menekan intensitas hujan yang berpotensi mengganggu perjalanan pemudik di berbagai wilayah.
"Kita kembali melakukan OMC, operasi modifikasi cuaca, kembali kita lakukan mulai tanggal 16 kemarin sampai dengan tanggal 24. Jadi kalau intensitas hujan itu bisa dimenangkan, insya Allah benangan-benangan dari banjir itu bisa kita atasi bersama," kata Khofifah.
Langkah ini diambil seiring tingginya jumlah pemudik yang diperkirakan menuju Jawa Timur. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlahnya mencapai 24,9 juta orang.
BACA: Perang di Timur Tengah, Disnakertrans Jatim Perkuat Pemantauan PMI
Lonjakan mobilitas tersebut berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap gangguan perjalanan, terutama akibat cuaca buruk seperti hujan deras dan banjir.
Karena itu, Pemprov Jatim berupaya mengendalikan kondisi cuaca agar tetap kondusif selama periode mudik dan balik Lebaran.
Selain OMC, pemerintah juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan pendukung lainnya.
Dengan langkah ini, diharapkan perjalanan pemudik dapat berlangsung lebih lancar dan aman tanpa terganggu faktor cuaca ekstrem.
