Antisemitisme Meningkat di Jerman, Yahudi Diingatkan Jika Pakai Kippah

Meningkatnya kekerasan juga dipicu oleh media daring.
Dyah Ayu Pitaloka

Minggu, 26 Mei 2019 - 14:25

JATIMNET.COM, Surabaya – Komisioner Antisemitisme Pemerintah Jerman memperingatkan komunitas Yahudi tentang potensi bahaya, jika menggunakan topi tradisional Yahudi atau Kippah, mengikuti meningkatnya serangan anti Yahudi.

“Saya tak bisa menasehati Yahudi untuk menggunakan Kippah dimanapun setiap saat di Jerman,” kata Felix Klein, pejabat dari Komisioner Antisemitisme Jerman, dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Sabtu, oleh kelompok press regional Funke, dikutip dari The Guardian.com, Minggu 26 Mei 2019.

Saat mengeluarkan peringatan, ia mengatakan “setidaknya saya telah mengubah pemikiran saya (pada Yahudi) dibandingkan sebelumnya,’.

Klein, mengutip, “pencabutan hambatan dan ketidaksadaran yang meningkat di masyarakat” sebagai faktor di balik insiden antisemit.

BACA JUGA: Gelar Pelatihan ‘Master Trainer’ Industri 4.0, Kemenperin Gandeng Jerman

“Internet dan media sosial secara luas terlah berkontribusi terhadap ini, namun juga memiliki serangan konstan atas budaya ingatan kami’.
    
Ia juga menyarankan kepolisian, guru dan pengacara, mendapatkan pelatihan untuk mengenali bagaimana konstitusi ‘telah menjelaskan” tindakan yang tidak bisa diterima dan “apa yang dibolehkan dan apa yang tidak,”.

Komentarnya muncul sepekan setelah ahli hukum antisemit populer Berlin mengatakan jika isu ini tetap bertahan di masyarakat Jerman.

“Antisemit selalu ada di sini, Namun belakangans aya pikir, isu ini semakin berkemnang, semakin agresif dan menyolok,”, kata Claudia Vanoni dalam sebuah wawancara, sambil menambahkan jika masalahnya “telah mengakar” di masyarakat Jerman.

BACA JUGA: Tandai Umur 100 Tahun Buyut Ini Maju Pileg

Kejahatan antisemit meningkat 20 persen di Jerman tahun lalu, menurut data internal kementerian dengan menyalahkan sembilan dari 10 kasus terhadap kelompok ekstrim kanan.

Vanoni juga mengatakan perkembangbiakan media online yang membuat orang mengekspresikan pandangan ekstrimis tanpa halangan sambil berlindung di balik layar telah menyumbang pada peningkatan kasus.

Menteri Hukum Katarina Barley mengatakan pada koran Handelsblatt jika peningkatan menjadi “hal yang memalukan bagi negara kami,” sambil menambahkan jika polisi selalu “waspada”.

Baca Juga

loading...