Ambisi Dovizioso Patahkan Tradisi di Argentina

Rochman Arief

Kamis, 28 Maret 2019 - 10:43

JATIMNET.COM, Surabaya – Start mulus yang didapat Andrea Dovizioso dengan menjuarai seri perdana MotoGP di Losail diharapkan bisa memberi sinyal positif di seri berikutnya.

Pebalap Ducati itu ingin melanjutkan tren positif di sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina akhir pekan ini. Sebab, prestasi terbesar yang didapat Dovizioso di Argentina hanya finish di lima besar, dan itu sudah terjadi pada tahun 2015.

Pabrikan asal Bologna, Italia, itu tidak berpuas diri memimpin klasemen sementara pengumpulan poin di awal musim ini. Masalahnya balapan di Amerika Selatan penuh tantangan.

BACA JUGA: Kondisi Lorenzo Mulai Membaik Jelang Balapan di Argentina

“Kami telah memulai balapan dengan cara terbaik, dengan kemenangan balapan (seri pertama) di Qatar. Musim yang panjang dan bekal pengalaman mengajarkan kami agar tidak lengah,” kata Dovizioso kepada MotoGP.com, Kamis 28 Maret 2019.

Pebalap berusia 33 tahun itu sadar bahwa ancaman paling mengerikan adalah juara betahan, Marc Marquez. Seri perdana di Losail, Qatar tiga pekan lalu keduanya bertarung ketat. Terlebih Argentina seperti rumah kedua bagi Marques dengan dua kali juara. 

“Basis kami baik, kami bekerja dengan baik dan di Losail kami memanfaatkan kekuatan motor Ducati, terutama dalam hal kecepatan dan akselerasi. Tetapi kami harus meningkatkan kinerja,” lanjut Dovizioso.

BACA JUGA: Indonesia Tuan Rumah MotoGP dan WSBK 2021

Ducati Desmosedici GP19 ingin mematahkan tradisi tidak pernah menang di Argentina. Sirkuit di Amerika Selatan ini kerap dikuasai dua motor Jepang, Yamaha dan Honda dengan kemenangan dua kali milik Marques (Repsol Honda) dan Valentino Rossi, Maverick Vinales (keduanya Yamaha), dan Cal Crutchlow (Honda).

“Argentina akan menjadi ujian bagi kami untuk mencoba menemukan solusi baru. Tujuan kami tentu naik podium, dengan memperjuangkan gelar sampai akhir,” pungkas pria yang pernah memacu motor Yamaha dan Honda itu.

Runner-up dua kali itu tidak mengharapkan akhir pekan yang dominan. Pada saat yang sama, Dovi, sapaannya. menyadari harus menghentikan hasil buruk di Argentina untuk bersaing selama 19 putaran musim ini.

Baca Juga

loading...