Aliansi Air Minta Pemangku Kepentingan Mojokerto Jaga Keseimbangan Alam

Rochman Arief

Kamis, 25 April 2019 - 22:04

JATIMNET.COM, Mojokerto – Pelestari lingkungan yang tergabung dalam Aliansi Air meminta pemangku kepentingan di Kabupaten dan Kota Mojokerto untuk menjaga keseimbangan alam. Hal ini membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat sekaligus menjaga kelestarian air dan lingkungan setempat.

Ketua Aliansi Air, Andung Achmad Kurniawan mengatakan bahwa yang perlu dilakukan yaitu mengubah pandangan masyarakat bahwa kelestarian air dan lingkungan bukanlah lagi hanya tanggung jawab Pemerintah Kabupaten maupun Kota Mojokerto.

“Tanggung jawab semua masyarakat dari berbagai elemen yang ada,” katanya di sela Seminar Lingkungan Hidup Memperingati Hari Bumi 2019, Kamis 25 April 2019.

BACA JUGA: Tekan Pencemaran Mikroplastik, DLH Gelar Patroli Sepanjang Sungai

Menurutnya, Aliansi Air mempunyai visi menyinergikan semua unsur pemangku kepentingan dalam melestarikan air di tahun 2022, dan terus berusaha mengatasi permasalahan yang ada.

“Salah satu cara adalah dengan mempertemukan Pemkab dan Pemkot Mojokerto dalam satu mimbar dan aksi pelestarian lingkungan," katanya.

Ia mengatakan, Hari Bumi Dunia merupakan perayaan yang ditujukan sebagai usaha-usaha menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan.

BACA JUGA: Aktivis Desak KLH  Serta Aparat Usut Pembuangan Limbah Lakardowo

“Hari Bumi Dunia diperingati setiap tanggal 22 April, melindungi dan menyelamatkan setiap kategori hewan, yang memberikan penjelasan tentang bagaimana membuat dan bagaimana cara meminimalisir hasil samping kehidupan berupa sampah dan limbah,” katanya.

Mahluk yang hidup lestari, kata Andung, berarti keseimbangan alam berjalan dengan baik dan benar, dalam arti manusia dapat hidup dengan nyaman, tenang dan sehat sejahtera.

“Terlebih Mojokerto merupakan wilayah yang diampu oleh dua daerah tingkat dua berupa Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto. Pada semua wilayah, isu lingkungan sudah menjadi hal utama yang dijalankan oleh semua pemangku kepentingan,” kata mantan jurnalis itu.

Menurutnya, masalah utama adalah antarsesama pemangku kepentingan belum bersinergi untuk melakukan program pelestarian lingkungan secara terstruktur, terencana dan terjaga keberlanjutannya. (ant)

Baca Juga

loading...