Jumat, 07 April 2023 11:40 UTC

Aksi teror pelemparan kaca mobil kembali meresahkan masyarakat Mojokerto.
JATIMNET.COM, Mojokerto - Aksi teror pelemparan kaca mobil kembali meresahkan masyarakat Mojokerto. Terdapat, dua kejadian dalam waktu yang bersamaan di Jalan Raya Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Kamis 6 April 2023 kemarin malam.
Korbannya adalah dua truk yang menyebabkan kaca mobil depan rusak, akibat dari lemparan batu. Insiden tersebut pihak kepolisian tidak menampik adanya kejadian itu, dna kini masih dilakukan penyelidikan.
"Kejadiannya itu (Pelemparan batu) hampir bersamaan di jalan raya masuk Desa Ngares dan Desa Kemantren," kata Kanit Reskrim Polsek Gedeg, Aiptu Cahyono Jumat 7 April 2023.
Kanit menjelaskan , pengemudi truk warna merah dengan Nopol S 8250 NI ini mengalami kerusakan pada kaca bagian sopir."Pelaku dua orang mengendarai motor Honda Beat dari arah timur menuju ke arah arat," ujarnya
Sebaliknya, kejadian di Kemantren pelaku dari timur ke barat melempar batu yang mengenai kaca truk muatan. "Truk muatan kejadiannya tadi malam tapi karena masih mengantar muatan sehingga tadi pagi baru dilaporkan," ungkapnya.
Menurut dia, dampak dari pelemparan batu itu menyebabkan kerusakan kaca truk pecah."Dampaknya kaca truk pecah batunya masuk ke dalam pas ditengah tapi tidak sampai mengenai sopir," ujarnya.
Dikatakannya, dari pengakuan korban sempat melihat dua orang mengendarai motor matic melempar batu ke arah truk.
Pelaku sengaja melempar batu yang mengenai kaca truk.
"Orang iseng itu disengaja truk melaju dari timur ke barat, saya tanya sopir apakah menyenggol atau menyerempet dan pengakuannya tidak karena saat itu kendaraan melaju normal," bebernya.
Polisi kini masih memburu pelaku pelemparan batu terhadap kendaraan tersebut yang membahayakan pengguna jalan. "Kejadiannya kan hampir bersamaan di dua lokasi kemungkinan pelakunya berbeda tim kita sudah turun ke lapangan," terangnya.
Pihak Kepolisian kini masih melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Pemdes setempat untuk mencari keberadaan pelaku pelemparan batu tersebut. "Perusakan dengan pelemparan batu kita belum tahu motif-nya apa yang pasti kita lakukan penyelidikan," pungkasnya.
