Hari Raya Waisak

Ada Pembakaran Patung Buddha di Maha Vihara Mojopahit

Hari Istiawan

Minggu, 19 Mei 2019 - 16:12

JATIMNET.COM, Surabaya – Peringatan Hari Raya Waisak di Maha Vihara Mojopahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, digelar dengan membakar patung Buddha yang terbuat dari kayu.

Detik-detik Waisak di vihara yang berlokasi di lingkungan situs peninggalan Kerajaan Majapahit ini berlangsung sejak Minggu pukul 02.00 WIB dan diikuti ratusan umat Buddha.

Ketua Yayasan Lumbini yang menaungi Maha Vihara Mojopahit, Rudy Budiman menjelaskan Hari Suci Waisak pada intinya terdiri dari tiga momen yaitu pertama kelahiran Buddha, kedua pencapaian penerangan sempurna, dan ketiga adalah 'parinnibana' atau wafatnya Buddha.

BACA JUGA: Hormati Bulan Ramadan, Umat Buddha Ponorogo Tunda Rayakan Waisak

Peringatan detik-detik peringatan Waisak di lingkungan Maha Vihara Mojopahit, lanjut dia, menggambarkan tiga momen tersebut, yaitu diawali dengan berdoa bersama sambil berjalan kaki bersama segenap jemaah mengelilingi lokasi Maha Vihara Mojopahit.

"Setelah itu kami memandikan Buddha. Dilanjutkan dengan memperingati pencapaian penerangan sempurna," kata Rudy Budiman, Minggu 19 Mei 2019.

Dia mengungkapkan, Waisak tahun ini jatuh tepat pada pukul 04.11 WIB. Setelah melewati detik-detik waisak tersebut kemudian dilakukan prosesi pembakaran patung Buddha yang terbuat dari kayu.

BACA JUGA: Klenteng Tri Dharma Probolinggo yang Terbakar Berusia 150 Tahun

"Prosesi pembakaran patung Buddha ini artinya sang Buddha telah mencapai parinnibana atau wafat," katanya.

Menurut Rudy, prosesi pembakaran patung Buddha dalam peringatan Waisak baru pertama kali dilakukan di Maha Vihara Mojopahit.

"Ini juga baru pertama kali di Indonesia atau bahkan di dunia. Kalau dinilai ada manfaatnya, bisa jadi prosesi pembakaran patung Buddha seperti ini akan rutin dilakukan pada peringatan Waisak selanjutnya, untuk menambah kekhusyukan," katanya.(ant)

Baca Juga

loading...