Aplikasi itu sudah diunduh jutaan kali sebelum dihapus

29 Aplikasi Beauty Camera di Google PlayStore Disusupi Malware

Nani Mashita
Nani Mashita

Jumat, 8 Februari 2019 - 13:09

JATIMNET.COM Surabaya – Selama beberapa tahun terakhir, beauty camera menjadi aplikasi yang paling banyak diburu. Aplikasi ini membuat foto seseorang terlihat menjadi lebih cantik dan enak dipandang. Kecenderungan itu ternyata dimanfaatkan oleh malware yang menyaru menjadi aplikasi beauty camera palsu.

Perusahaan keamanan siber, Trend Micro mengatakan banyak aplikasi palsu yang menyamar dan menyusupkan malware. Setidaknya 29  aplikasi beauty camera masuk ke Google PlayStore dan telah diunduh 4 juta kali sebelum akhirnya dihapus Google.   

Tiga dari aplikasi jahat itu antara lain, Pro Camera Beauty, Cartoon Art Photo and Emoji Camera, masing-masing telah diunduh lebih dari satu juta kali. Aplikasi Artistic Effect Filter dipasang lebih dari 500.000 kali sedangkan tujuh aplikasi lain yang tertera dalam daftar telah dipasang lebih dari 100.000 kali.

BACA JUGA: Manfaatkan Sensor Gerak, Malware ini Infeksi Ribuan Android

Aplikasi jahat lainnya seperti Artistic Effect Filter, Art Editor, Beauty Camera, Selfie Camera Pro, Horizon Beauty Cmaera, Super Camera, Art Effects for Photo, Awesome Cartoon Art, Art Filter Photo, Art Filter Photo Effects, Cartoon Effect, Cartoon Art Photo Filter, Art Filter Photo Editor, Pixture, Art Effect, Photo Art Effect, Cartoon Photo Filter, Photo Editor, Wallpapers HD, Magic Art Filter Photo Editor, Fill Art Photo Editor, ArtFlip Photo Editing, Art Filter, Cartoon Art Photo, Prizma Photo Effecet.

Ponsel yang terinfeksi akan terus memunculkan iklan penipuan atau pornografi.  Bahkan mengarahkan korban ke situs phishing dalam upaya mencuri informasi pribadi. Mereka mengelabui pengguna dengan memberikan pengumuman sebagai pemenang kontes tertentu. Aplikasi ini akan terus menerus meminta pengguna untuk melakukan pembaruan dalam sembilan bahasa yang berbeda, yang pada akhirnya mengarahkan ke situs phishing. 

"Para penulis dapat mengumpulkan foto-foto yang diunggah di aplikasi, dan mungkin menggunakannya untuk tujuan jahat - misalnya sebagai foto profil palsu di media sosial," tulis peneliti Trend Micro dalam posting blog dilansir dari www.thehackernews.com, Jumat 8 Februari 2019.

BACA JUGA: Waspada Serangan Malware Pada Android Menyusup Lewat Gambar Lucu

Malware ini akan bersembunyi dengan aneka metode, salah satunya dengan menyembunyikan ikon aplikasi dari drawer atau launcher. Pengguna umumnya akan kesulitan menghapus instalan aplikasi  ini.

Google sendiri sudah menghapusnya dari Play Store. Namun,  malware Android terus berkembang dengan kemampuan yang lebih canggih dan berbeda dari sebelumnya. Maka tidak mengejutkan jika malware akan terus menyamar sebagai aplikasi di Google Play Store.

Cara terbaik untuk mencegah terkena malware sebaiknya dengan mengunduh aplikasi dari merek terpercaya.  Selain itu, ulasan dari pengguna lain sangat penting untuk menghindari menginstall aplikasi berbahaya. Last but not least, selalu simpan aplikasi antivirus yang bagus di perangkat Android untuk mendeteksi dan memblokir aktivitas jahat sebelum mereka dapat menginfeksi perangkat. Jangan lupa untuk terus memperbaruinya. 

Baca Juga

loading...