Yenny Wahid Optimistis Suara Jokowi di Atas 65 Persen

Ahmad Suudi

Selasa, 26 Maret 2019 - 14:24

JATIMNET.COM, Banyuwangi – Putri Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid optimistis suara calon presiden nomor urut 01 memperoleh lebih dari 65 persen suara di Jawa Timur.

“Saya yakin di Jatim bisa menyumbang di atas 65 persen. Jatim salah satu basis, (targetnya) harus di atas 60 persen," kata Yenny sebelum acara kampanye Calon Presiden Petahana Joko Widodo di Taman Blambangan, Banyuwangi, Senin 25 Maret 2019.

Namun hasil survei Litbang Kompas memperlihatkan elektabilitas atau tingkat keterpilihan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Maret 2019 turun dari jajak pendapat sebelumnya.

Yenny mengaku tidak begitu tahu penyebab turunnya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dalam survei tersebut. Namun dia memperkirakan hal itu disebabkan meningkatnya upaya paslon lawan menghimpun suara di Jatim. "Saya nggak tahu ya faktor utamanya. Mungkin kubu sana fokus menggarap suara Jawa Timur," sambung Yenny.

Berdasar yang dilakukan Litbang Kompas, elektabilitas Jokowi terkikis. Pada Oktober 2018, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Jatim masih 69,6 persen. Namun pada Maret 2019 tersisa menjadi 57,1 persen.

Meski demikian, elektabilitas Jokowi-Maruf, dalam jajak pendapat tersebut, masih lebih tinggi dibandingkan dengan paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang sebesar 27,8 persen Maret 2019.

Di keseluruhan Pulau Jawa, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf juga turun meski relatif lebih sedikit. Pada Oktober 2018 sebesar 57,1 persen, sedangkan Maret 2019 tersisa 51,3 persen. Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Uno meningkat di Jawa antara survei Oktober 2018 dan Maret 2019, dari 30 persen menjadi 34 persen.

Yenny mengakui pihaknya dan Tim Kemenangan Nasional (TKN) Koalisai Indonesia Kerja (KIK) yang mengusung Jokowi-Ma'ruf tidak boleh lengah untuk terus menggenjot suara.

Di antaranya yang akan dikerjakan melakukan konsolidasi, mengaktifkan jaringan, menjaring kelompok milenial, kelompok yang belum menentukan pilihan (undecided voters), dan memastikan tidak ada suara yang lari.

“Fokus utama adalah melawan hoaks, karena hoaks itu krusial, karena masyarakat yang nggak ngerti kemudian percaya jadi benci kepada Jokowi,” kata wanita pemilik nama lengkap Zannuba Arifah Chafsoh itu.

Baca Juga

loading...