Logo

Waspada! Sepatah Kata Bisa Jadi Celah Penipuan

Reporter:,Editor:

Senin, 13 April 2026 03:00 UTC

Waspada! Sepatah Kata Bisa Jadi Celah Penipuan

Ilustrasi penipuan online melalui suara. Foto: ChatGpt

JATIMNET.COM – Motif penipuan melalui panggilan dari nomor asing atau tidak dikenal melalui telepon seluler (ponsel) masih perlu diwaspadai.

Sebab, pelaku dapat meniru suara yang terdengar seperti keluarga, kerabat, maupun kolega kita selaku penerima telepon.

Dengan suara yang mirip tersebut, pelaku akan meminta sejumlah uang dengan cara mentransfernya melalui rekening perbankan.

Ada beragam alasan permintaan uang, seperti si pelaku sedang mengalami kecelakaan lalu lintas dan harus membayar ganti rugi. Selain itu, si pelaku yang suaranya mirp dengan keluarga tertangkap polisi, dan sebagainya.

Sebagai upaya pencegahan agar tidak menjadi korban penipuan, Resmob Polda Metro Jaya membagikan tips-nya.

BACA: Tangkal Hoaks dan Penipuan Daring, Warga Mojokerto Dibekali Literasi Digital

Pertama, ketika menerima telepon dari nomor asing, jangan mendahului dengan mengucapkan “Halo” atau “Siapa Ini?” meski tidak terdengar suara di speaker ponsel.

“Hati-hati, itu bukan sekadar salah sambung atau gangguan jaringan. Anda mungkin sedang menjadi target identitas suara,” tulis akun instagram @resmob_pmj yang dikutip Jatimnet.com, Senin, 13 April 2026.

“Pelaku sengaja diam untuk memancing Anda berbicara (mengucapkan "Halo" atau "Siapa ini?", Saat Anda bersuara, pelaku merekam sampel suara Anda dengan jernih,” lanjut akun tersebut.

Sepatah kata dari kita, lanjut resmob_pmj, akan diolah menggunakan akal imitasi yang akhirnya menjadi tiruan suara yang identik dengan aslinya.  

“Suara kloningan Anda digunakan untuk menipu keluarga atau teman melalui skenario darurat (kecelakaan, tertangkap polisi, atau permintaan dana darurat atas nama anda),” ujarnya.

BACA: Diduga Gelapkan Uang Arisan Online Lebih dari Rp1 Miliar, Perempuan di Mojokerto Dilaporkan ke Polisi

Selain menerapkan “Silent First” yang berpotensi dijadikan basis cloning, tips selanjutnya adalah memasang aplikasi pendukung untuk melihat identitas atau tag nomor sebelum mengangkat.

Kemudian, periksa tag atau label yang diberikan pengguna lain pada nomor tersebut. “​Jika nomor tersebut ditandai sebagai "Penipuan", "Spam", atau "Telepon Hening", segera blokir tanpa perlu mengangkatnya,”

Tips keempat, sebaiknya kita membuat “Kata Sandi” Keluarga. “Jika ada kerabat menelepon meminta bantuan darurat dengan suara yang mirip, mintalah "kata sandi rahasia" yang hanya diketahui keluarga inti untuk verifikasi,” ujar resmob_pmj.

Lantas, bagaimana jika kita sudah terlanjur bersuara saat mengangkat telepon dari nomor asing. Upaya yang bisa dilakukan adalah memberitahu keluarga tentang kejadian yang baru saja terjadi. Jika mereka menerima telepon yang mengaku dari Anda dan disertai permintaan aneh, mintalah untuk diabaikan.