JATIMNET.COM – Surabaya – Musim balap tahun 2019 belum berakhir. Namun kasak-kusuk perpindahan pebalap sudah mulai tercium. Adalah juara Giro d’Italia 2013 dan 2016, Vincenzo Nibali berencana meninggalkan timnya, Bahrain-Merida di akhir musim.

Kabarnya pebalap yang dilahirkan di Messina, Sisilia, Italia 14 November 1984 itu bakal menyeberang ke Trek Segfredo mulai musim depan. Namun sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari kedua pihak.

Nibali yang dijuluki The Shark meninggalkan Astana untuk bergabung dengan Bahrain-Merida pada 2017, dengan nilai kontrak 10 juta euro per musim untuk tiga musim. Sejatinya musim panas lalu Nibali dan Bahrain-Merida melakukan pembicaraan perpanjangan kontrak.

BACA JUGA: Colbrelli Kalahkan Van Avermaet pada Etape Empat

Dalam pembicaraan itu Nibali dan pihak agen mengajukan perpanjangan kontrak dua musim dengan nilai yang sama. Sayang pembicaraan itu menemui jalan buntu. Tulis Cyclingnews.com, Senin 15 April 2019.

Buntunya pembicaraan itu ditengarai usia Nibali yang sudah mencapai 34. Sementara pihak manajemen hanya mau memperpanjang kontrak pebalap apabila usianya belum mencapai 30 tahun.

Situasi itu dimanfaatkan Trek-Segafredo untuk menampung mantan pebalap Liquigas dan Astana mulai musim depan. Segafredo, selaku merek kopi terkenal di Italia berharap bisa bekerja sama dengan para jawara Grand Tour.

BACA JUGA: Kolombia Miliki WorldTour Team Tahun 2020

Sebab, sebelumnya Trek-Segafredo pernah memiliki jawara Grand Tour, Alberto Contador yang kini sudah pensiun. Sementara saat ini tim masih memiliki Richie Porte sebagai team leader.

Hengkangnya Nibali ke Trek-Segafredo bakal diikuti rombongannya. Saudaranya, Antonio Nibali dan pelatihnya, Paolo Slongo dipastikan mengikuti jejak Nibali. Dengan bergabungnya Nibali dengan tim yang berlisensi di Amerika Serikat itu akan menjadikannya sebagai team leader.

Sayangnya baik pihak Bahrain-Merida maupun Trek Segafredo enggan berkomentar terkait perpindahan tersebut. Termasuk buntunya pengajuan kontrak Nibali musim panas lalu.