Kamis, 18 February 2021 05:40 UTC

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Wahid Wahyudi. Foto: Baehaqi/Dokumen
JATIMNET.COM, Surabaya - Rencana pemerintah menggelar Ujian Satuan Pendidikan (USP) dan Evaluasi Hasil Belajar Berbasis Komputer dan Smartphone (EHB2KS) disambut positif di Jawa Timur.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Wahid Wahyudi menyebutkan sebanyak 175.590 siswa dari 1.523 lembaga akan mengikuti USP dan EHB2KS tersebut. Bahkan pelaksanaanya sudah mulai berjalan.
“Untuk pelaksanaan USP yang diselenggarakan oleh sekolah sudah mulai dilaksanakan di bulan Februari. Mulai penugasan, portofolio, ujian praktek hingga ujian mandiri yang dilakukan oleh sekolah," ujar Wahid, Kamis 18 Februari 2021.
Wahid menegaskan, USP menjadi salah satu dasar untuk menentukan kelulusan siswa. Guru yang menilai langsung dalam ujian tersebut. Sekolah diajarkan untuk membuat soal dan ujian sendiri dengan membentuk tim penyusun dan penelaahnya. Soal yang dibuat harus mengacu pada standar kompetensi kelulusan.
Baca Juga: Tiga Menteri Menerbitkan SKB Mengenai Pendidikan
"Karena para guru yang paling tahu apa yang diajarkan ke siswa. Kegiatan ini juga dalam rangka implementasi merdeka belajar. Sekolah yang paling tahu kemampuan siswanya," terangnya.
Untuk pelaksanaan EHB2KS oleh Dindik Jatim, Wahid mengatakan, ini tak lebih untuk memetakan disparitas kualitas satuan pendidikan. Pihaknya ingin melihat sejauh mana disparitas antar satu kabupaten/kota dengan lainnya.
Dari data itu lantas dilakukan treatment khusus yang mengarah menghilangkan disparitas kualitas pendidikan. “Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang luar biasa dalam pendidikan di Jatim. Melalui EHB2KS Dindik Jatim dapat mengukur dan mengetahui kemampuan siswa pada masing-masing sekolah terhadap standar pendidikan,” katanya.
Baca Juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Ditiadakan
Tujuan lainnya, kata Wahid, juga untuk mengukur kemampuan siswa memahami setiap mata pelajaran yang diajarkan. Terutama dalam metode jarak jauh yang kini tengah dilaksanakan karena pandemi Covid-19.
Dindik Jatim berencana menggelar EHB2KS pada akhir Februari atau Maret. Soal yang digunakan mengikuti Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang meliputi numerasi, literasi dan penalaran. “Kedua, bentuk soal mirip UTBK. Sehingga siswa bisa terlatih saat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) nantinya," kata Wahid.
"Dari soal-soal EHB2KS diharapkan siswa lebih mudah untuk masuk perguruan timggi. Termasuk mulai mempelajari siswa menjawab soal-soal berbentuk AKM,” imbuhnya.
