Untag Banyuwangi Gelar Lomba Aquaspace

Ahmad Suudi

Reporter

Ahmad Suudi

Minggu, 19 Mei 2019 - 16:51

JATIMNET.COM, Banyuwangi – Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, menggelar lomba aquascape atau seni menata tanaman di dalam air hingga menghasilkan lanskap yang indah, Minggu 19 Mei 2019.

14 tim maupun perorangan mengikuti lomba ini mulai pukul 9.00 WIB hingga 15.00 WIB yang akan langsung dinilai dan ditentukan juaranya.

Dalam ajang ini seluruh peserta diwajibkan memasukkan komponen pasir, batu, kayu, dan tanaman air, kemudian mengelem, memotong dan membersihkan akuarium untuk menghasilkan lanskap terindah.

BACA JUGA: Jatim Terima KUR Perikanan Rp 77,31 Miliar

Kepala Program Studi (Prodi) Ilmu Perikanan Untag Banyuwangi Mega Yuniartik mengatakan pihaknya menggelar lomba untuk mengenalkan aquascape pada masyarakat. Selain itu, sebagai publikasi bahwa prodi yang dipimpinnya akan memasukkan aquascape sebagai salah satu mata kuliah.

“Kami menilai keahlian ini dibutuhkan masyarakat, buktinya penghobinya banyak. Tujuannya, agar mahasiswa setelah lulus nanti sudah memiliki bekal aquascape, sebab peluang di bidang itu juga besar,” kata Mega.

Dia mengatakan aquascape termasuk hobi yang mahal. Di mana komponen-komponen yang digunakan, misal tanaman air, berharga ribuan hingga jutaan rupiah. Sarjana yang menguasainya berpeluang untuk menjadi wirausahawan atau konsultan interior yang dilengkapi aquascape.

Salah satu peserta, Andreas (23) warga Dusun Kedunen, Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari mengaku menekuni aquascape hanya sebatas hobi. Dia senang ada gelaran lomba aquascape dan langsung memutuskan ikut karena jarang ada challenge.

BACA JUGA: Menteri Susi Cerita Pernah Hindari Kunjungan ke Muncar

“Hobi aquascape itu memuaskan, kalau malam dilihat senang, nggak ada bosan. Kalau cuma akuarium dan ikan kan bisa bosan,” kata penghobi yang memiliki akuarium berukuran 90 X 30 X 30 sentimeter di rumahnya itu.

Selain itu lanskap dalam akuarium bisa dia ubah-ubah, bisa sebulan atau setahun sekali. Misalnya yang ditampilkannya dalam lomba itu desain forest atau hutan dengan sebuah pohon rindang dan dasar gumpalan-gumpalan hijau dari lumut yang dibulatkan.

Keesokannya, Senin 20 Mei 2019, hasil kreasi semua peserta akan dipamerkan di halaman depan kampus untuk dilihat mahasiswa dan umum.

Baca Juga

loading...