Logo

Truk Vs Truk, Dua Kernet Truk Meninggal Dunia di Perempatan Pilang Probolinggo

Reporter:,Editor:

Kamis, 16 April 2026 22:00 UTC

Truk Vs Truk, Dua Kernet Truk Meninggal Dunia di Perempatan Pilang Probolinggo

Kondisi truk pengangkut bata ringan ringsek di bagian bodi depan setelah menabrak truk bermuatan besi di perempatan Pilang, Kota Probolinggo, Jumat dini hari, 17 April 2026. Foto: Zulafif.

JATIMNET.COM, Probolinggo - Insiden kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa terjadi di perempatan Pilang, Kota Probolinggo, Jumat dini hari, 17 April 2026.

‎‎Sebuah truk pengangkut bata ringan menabrak truk tronton bermuatan besi yang tengah berhenti di lampu merah. Dua kernet tewas di lokasi kejadian akibat benturan keras yang terjadi.

‎‎Korban meninggal dunia diketahui bernama M Shole, 22 tahundan Rudi, warga Pohgedang, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan. Penyebab kematian mereka karena luka berat pada bagian kepala dan dada akibat terjepit di dalam kabin truk yang ringsek.

Petugas mengevakuasi jenazah korban ke kamar jenazah RSUD Dokter Mohamad Saleh Kota Probolinggo untuk penanganan lebih lanjut.

BACA: Tiga Remaja Meregang Nyawa dalam Kecelakaan Motor dan Truk Gandeng di Paiton Probolinggo

‎‎Sementara itu, sopir truk pengakut bata ringan, Achmad Khoirul, 26 tahun mengalami luka serius dan kini menjalani perawatan intensif di ruang IGD.

‎‎Peristiwa bermula saat truk yang dikemudikan Achmad melaju di Jalan Soekarno-Hatta dari arah barat menuju timur.

‎‎Saat mendekati perempatan Pilang, truk tersebut diduga tidak mengurangi kecepatan dan langsung menghantam bagian belakang truk tronton yang dikemudikan Suhardi, warga Malang yang tengah berhenti karena traffic light menyala merah.

‎‎Kerasnya benturan menyebabkan bagian depan truk hancur dan menimbulkan korban jiwa di dalamnya.

BACA: Kecelakaan Beruntun 4 Kendaraan di Bangsal Mojokerto, 5 Orang Luka-Luka

‎‎Suhardi, sopir truk tronton, menuturkan bahwa dirinya tidak sempat menghindar karena posisi kendaraan sedang berhenti.

‎“Tiba-tiba ada benturan keras dari belakang. Saya tidak tahu kalau ada truk yang melaju kencang,” katanya.

‎‎Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota, Aipda Muhammad Taufik, menyebut dugaan awal kecelakaan dipicu faktor kelelahan pengemudi.

‎‎“Indikasi sementara, pengemudi truk bata ringan mengantuk sehingga kehilangan kendali dan tidak bisa mengantisipasi kendaraan yang berhenti di depannya,” ujarnya.

‎‎Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan saksi guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut oleh Satlantas Polres Probolinggo Kota.