JATIMNET.COM, Surabaya – Dalam beberapa hari ini 'Jancuk' ramai dibahas. Itu setelah Presiden Joko Widodo diberi julukan saat berkampanye di Surabaya, Sabtu 2 Februari lalu.

Selanjutnya bermunculan pertanyaan terkait kata ‘Jancuk’. Banyak pihak menilai konotasi dari kata-kata tersebut tidak selalu negatif. Bisa juga menunjukan keakraban.

Itu yang ditangkap Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur Machfud Arifin menanggapi julukan Jancuk yang dilontarkan pembawa acara saat deklarasi Forum Jatim #01 di Tugu Pahlawan, Surabaya akhir pekan lalu.

“Itu bahasa bisa keakraban, bisa positif, juga bisa negatif. Tapi di sini saya tangkap sebagai keakraban, kan biasanya cak, Jancuk kate nandi? (cak, mau ke mana),” ujar Machfud Arifin saat dihubungi Jatimnet.com, Senin 4 Februari 2019.

BACA JUGA: Di Surabaya Joko Widodo Dijuluki 'Jokowi Jancuk'

Mantan Kapolda Jawa Timur ini menilai jancuk yang disematkan kepada Presiden Jokowi sekadar singkatan. Seperti yang disampaikan pembawa acara, Djadi Galajapo saat itu.

Jancuk adalah akronim dari Jokowi, amANah, Cakap, Ulet dan Kreatif. Lebih dari itu, ada pesan bahwa penggunaan kata tersebut menunjukkan sang calon presiden inkamben merakyat. Tidak ada sekat. Tak ada jaim ketika membaur dengan masyarakat.

“Yang penting subtansinya. Pak Jokowi (sapaan akrab Joko Widodo) juga tak melihatkan keberatan,” ungkapnya.

Pria asli Ketintang, Surabaya itupun optimis dengan deklarasi yang dilakukan akhir pekan lalu semakin meningkatkan elektabilitas dan popularitas Capres dan Cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dukungan dari akademisi, kampus serta kalangan pelajar SMA semakin menguatkan suara capres nomor urut satu itu.

BACA JUGA: Presiden Jancukers Resmikan Jokowi Jadi Rakyatnya

Terpisah, Sekretaris Deklarasi Alumni Jawa Timur Teguh Prihandoko menilai ungkapan itu merupakan kreasi dari pembawa acara. Bukan panitia. “Ketua Cak Ermawan Wibisono memberikan julukan Cak titik,” kata Teguh melalui telepon selulernya.

Dia mengaku panitia sempat kaget ketika pemandu acara mengutarakan kata Jancuk. Tetapi ketika dijelaskan bahwa itu merupakan singkatan dari kata Jokowi, amANah, Cakap, Ulet dan Kreatif, jadinya tidak ada masalah.

Meski demikian, Teguh menyayangkan adanya pihak yang mengartikan sepenggal julukan tersebut. “Dikala MC memberi ‘Jancuk’ dipelintir. Kami menyayangkan yang memenggal kata itu," tandasnya.