Tiga Kecamatan di Jombang Dilanda Banjir

David Priyasidharta

Selasa, 9 April 2019 - 15:08

JATIMNET.COM, Jombang - Banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa 9 April 2019. Tiga kecamatan itu antara lain Mojowarno, Mojoagung, dan Sumobito.

Akibatnya, sejumlah warga di daerah itu terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena ketinggian air mencapai 170 sentimeter. 

"Banjir ini terjadi karena ada penyumbatan di sungai. Kami ke sana untuk membantu membersihkan bambu yang menghalangi, kerja bakti antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan masyarakat," kata Kepala BPBD Kabupaten Jombang, Abdul Wahab di Jombang, Selasa 9 April 2019.

BACA JUGA: Enam Desa di Kabupaten Balangan Terendam Banjir

Banjir mulai terjadi sejak Selasa dini hari menyusul tingginya curah hujan saat itu. Sungai di daerah itu tidak mampu menampung air hujan sehingga meluap ke permukiman.

Warga mengungsi sementara ke balai desa karena lokasinya yang lebih tinggi ketimbang rumah warga lainnya. Mereka akan tinggal di sana hingga banjir mereda.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Jombang, Gunadi mengatakan ketinggian air saat banjir bervariatif antara 100 hingga 170 sentimeter. Sejumlah jalan dan sawah juga terendam banjir.

Ia menyebutkan, banjir selalu terjadi di daerah itu karena lokasinya yang berada di daerah cekungan. Hujan sedikit saja bisa dipastikan air langsung merendam jalan. Jika hujan deras turun cukup lama, rumah warga akan terendam banjir.

BACA JUGA: Banjir Terjang Desa Rowokangkung Lumajang

Namun, ia menambahkan banjir itu juga cepat surut. Saat ini, debit air dari sungai sudah mulai normal. Air juga sudah mulai surut, sehingga warga yang sebelumnya sempat mengungsi juga sudah mulai kembali ke dalam rumah masing-masing.

Warga yang sudah mengungsi langsung membersihkan rumah dari lumpur dan kotoran yang terbawa banjir. Ia mengatakan hingga kini relawan siaga membantu warga.

Saat ini cuaca cukup cerah. Namun banjir bisa kembali terjadi ketika hujan deras turun. Karena itu, para relawan siaga mengantisipasi berbagai hal yang dibutuhkan ketika bencana terjadi.

Baca Juga

loading...