Logo

Tiang Ornamen Gedung Pemkot Mojokerto Ambruk, Ning Ita Warning Rekanan

Reporter:,Editor:

Jumat, 19 August 2022 06:20 UTC

Tiang Ornamen Gedung Pemkot Mojokerto Ambruk, Ning Ita <em>Warning</em> Rekanan

Ning Ita Wali Kota Mojokerto melakukas sidak ke lokasi tiang ornamen di lingkungan Pemkot Mojokerto yang ambruk saat proses pembangunan. Jumat, 19 Agustus 2022. Foto : Karin

JATIMNET.COM, Mojokerto - Tiang ornamen bangunan kesekretariatan di lingkungan Kantor Pemerintah Mojokerto ambruk. Menyikapi hal ini, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melakukan inspeksi mendadak (sidak)ke bagian yang rusak parah tersebut, pada Jumat, 19 Agustus 2022.

Pemimpin perempuan pertama Kota Mojokerto ini, melihat kondisi tiang yang sudah di bangun setinggi 3 meter dan ambruk hingga sebagian besar batu batanya berjatuhan dan berserakan di tanah. Sehingga hanya tersisa bangunan setinggi 1 meter saja.

"Ini kejadiannya kemarin (Kamis, 18 Agustus 2022)," ucap Ning Ita sapaan akrabnya di lokasi. 

Melihat hal itu, Ning Ita lalu melakukan evaluasi bersama Dinas PUPR Kota Mojokerto terhadap pihak proyek yang melakukan pengerjaan terkait penyebab ambruknya bangunan ornamen tersebut di lokasi. 

Ditemukanlah keteledoran dari pihak pengerjaan yang mempercepat proses penyelesaian tiang dalam satu hari saat pelaksanaan upacara HUT RI ke-77 pada Rabu, 17 Agustus 2022 hingga ketinggian 3 meter.

"Tadi saya sudah minta keterangan, dikarenakan ada libur satu hari di saat peringatan HUT RI 17 Agustus itu, memang di sini digunakan untuk kegiatan full. Sehingga seluruh pekerjaan diberhentikan dalam waktu satu hari," ujar Ning Ita.

"Karena mengganti waktu libur itulah, dikebut pengerjaannya. Ini rupanya tidak sesuai dengan mekanisme, yang bawah belum kering kemudian lagi di bangun atasnya. Kan juga imbasnya jadi demikian," ujarnya.

Bahkan, lanjut Ning Ita, konsultan pengawas juga tidak mengingatkan terhadap para pekerjanya di lapangan agar tidak terburu-buru melakukan pengerjaan dan akhirnya menyebabkan tidak mencapai hasil yang maksimal.

Pihaknya akan melakukan evaluasi lanjutan dan memberikan peringatan terhadap kontraktor agar lebih berhati-hati dan tak terkesan asal-asalan dalam pengerjaan di ruang pelayanan publik ini.

Ning Ita berjanji, peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak, untuk tetap saling bersinergi dan mengawasi setiap pekerjaan pembangunan proyek di Kota Mojokerto.

"Ayo diawasi bareng-bareng, kalau ada hal-hal yang menurut teman-teman media, menurut masyarakat, ini begini, harusnya begini. Silahkan disampaikan, kami pasti akan klarifikasi karena informasi itu kadang bisa benar, bisa salah, kalaupun benar kami maturnuwun sebagai bahan evaluasi kami," ia memungkasi.

Sementara, Yustian Suhandinata PRBBK DPUPR Kota Mojokerto menjelaskan, seharusnya pengerjaan satu tiang ornamen dengan ketinggian delapan meter dilakukan dalam dua sampai tiga hari.

Namun, oleh pihak pekerja dikebut menjadi satu hari. Hingga akhirnya kondisi tiang dasar belum kering, tapi tetap dilanjutkan pengerjaan bagian di atasnya hingga setinggi 3 meter.

"Kalau untuk campuran (semen dan pasir) sudah standar. Hanya tahap proses pengerjaannya yang dipercepat karena ada libur waktu itu. Harusnya baru ketinggian 1,2 meter saja, tunggu kering, baru dilanjutkan. Ini tidak, belum kering sudah di bangun lanjutannya. Kita akan panggil evaluasi dan ingatkan pengerjaannya," ujar Yustian.