Logo

Ternak Juga Butuh Hidup Layak, Bukan Cuma Pakan

Hewan yang menghasilkan pangan bagi manusia tetap membutuhkan air, ruang, kesehatan, dan perlakuan yang layak.
Reporter:,Editor:

Minggu, 04 October 2026 13:00 UTC

Ternak Juga Butuh Hidup Layak, Bukan Cuma Pakan

Ilustrasi: Merawat yang menghidupi. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Kambing di belakang rumah, ayam di samping dapur, atau sapi di kandang mungkin terasa begitu biasa di banyak desa Jawa Timur. Hewan-hewan itu bukan sekadar bagian dari pemandangan kampung. Bagi jutaan keluarga, peternakan menjadi bagian dari penghidupan sehari-hari.

Sensus Pertanian 2023 menunjukkan skala hubungan tersebut. Badan Pusat Statistik mencatat sekitar 12,05 juta rumah tangga di Indonesia mengusahakan subsektor peternakan. Jumlahnya berada di bawah tanaman pangan yang mencapai sekitar 15,55 juta rumah tangga, tetapi lebih tinggi dibanding sejumlah subsektor pertanian lainnya. 

Jawa Timur mempunyai posisi yang sangat kuat dalam lanskap pertanian nasional. BPS mencatat sekitar 5,37 juta rumah tangga petani dan 5,51 juta petani di provinsi ini pada 2023. Angka tersebut merupakan yang terbesar di antara provinsi-provinsi Indonesia. 

Hari Hewan Sedunia setiap 4 Oktober karena itu tidak harus selalu dibicarakan melalui kucing, anjing, atau satwa liar. Ada kelompok hewan yang jauh lebih dekat dengan kehidupan jutaan keluarga: ternak.

 

Di Balik Sepotong Daging Ada Hewan yang Dipelihara

Hubungan manusia dengan ternak mempunyai dimensi berbeda dibanding hewan kesayangan. Sapi, kambing, domba, ayam, dan itik dipelihara untuk menghasilkan pangan atau produk peternakan lainnya. Namun, fungsi ekonomi tersebut tidak menghilangkan kebutuhan biologis hewan selama hidupnya. Skalanya sangat besar.

Statistik Pertanian 2025 dari Kementerian Pertanian mencatat populasi sapi potong Indonesia sekitar 13,55 juta ekor. Populasi kambing mencapai sekitar 15,82 juta ekor, sedangkan domba sekitar 9,15 juta ekor.

Jumlah unggas jauh lebih besar. Populasi ayam ras petelur pada 2025 tercatat sekitar 426,12 juta ekor, sementara itik mencapai sekitar 37,91 juta ekor. Data tersebut bersumber dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan serta BPS. 

Angka-angka itu menunjukkan bahwa persoalan kesejahteraan ternak bukan isu kecil. Cara jutaan hewan dipelihara akhirnya berkaitan dengan praktik peternakan yang dilakukan setiap hari, mulai kondisi kandang hingga ketersediaan air.

 

Kandang Bersih Bukan Cuma Agar Tidak Bau

Salah satu ukuran paling mudah dilihat adalah kandang. Kandang yang kotor sering dipahami hanya sebagai persoalan bau bagi manusia. Padahal kebersihan juga berkaitan dengan kenyamanan dan kesehatan hewan.

Kotoran yang menumpuk, lantai terus-menerus basah, ventilasi buruk, atau tempat minum yang jarang dibersihkan dapat menciptakan lingkungan yang tidak ideal.

Pemilik ternak dapat memulai dari hal sederhana. Pastikan kotoran dibersihkan secara teratur. Perhatikan aliran air ketika kandang dicuci. Sediakan ventilasi yang cukup dan usahakan tempat beristirahat tidak terus-menerus lembap. Kepadatan juga perlu diperhatikan.

Menempatkan terlalu banyak hewan dalam ruang sempit dapat mengurangi kesempatan bergerak dan beristirahat secara nyaman. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan kompetisi terhadap pakan atau air.

Kandang yang baik bukan berarti harus mahal. Desain sederhana tetap dapat memperhatikan sirkulasi udara, perlindungan dari hujan dan panas, kebersihan, serta ruang gerak sesuai jenis ternaknya.

 

Air Bersih Sama Pentingnya dengan Pakan

Peternak tentu memahami pentingnya pakan. Namun, air terkadang mendapat perhatian lebih sedikit. Hewan membutuhkan akses terhadap air yang memadai. Kebutuhannya dapat berubah menurut jenis hewan, ukuran tubuh, pakan, suhu lingkungan, tahap pertumbuhan, hingga kondisi fisiologis.

Karena itu, wadah air tidak cukup hanya terlihat terisi. Kebersihannya perlu diperiksa. Lumut, kotoran, sisa pakan, atau benda asing dapat masuk ke tempat minum, terutama pada kandang terbuka. Kebiasaan memeriksa air dapat dijadikan bagian dari rutinitas ketika memberikan pakan.

Perhatikan pula perubahan konsumsi. Hewan yang tiba-tiba tidak mau makan atau minum, lebih banyak diam, mengalami perubahan feses, atau menunjukkan perilaku berbeda layak mendapatkan perhatian.

Peternak mengenal hewannya dari rutinitas sehari-hari. Perubahan kecil sering justru pertama kali terlihat oleh orang yang setiap hari berada di kandang.

 

Hewan Tidak Seharusnya Dipukul Karena Sulit Diatur

Mengelola ternak memang tidak selalu mudah. Sapi dapat menolak bergerak. Kambing bisa meloncat. Ayam berlarian ketika akan dipindahkan. Dalam kondisi terburu-buru, manusia mudah menggunakan kekerasan agar pekerjaan cepat selesai. Padahal rasa takut justru dapat membuat hewan semakin sulit dikendalikan.

Pendekatan yang tenang, jalur pemindahan yang tidak licin, ruang yang cukup, serta kebiasaan penanganan yang konsisten dapat mengurangi stres ketika ternak harus dipindahkan.

Anak-anak yang tumbuh dalam keluarga peternak juga dapat dilibatkan dalam pembelajaran tersebut. Mereka bisa membantu menyediakan air atau pakan sesuai kemampuan, tetapi sekaligus perlu memahami bahwa hewan bukan benda yang boleh dipukul untuk bersenang-senang.

Di sinilah pendidikan tentang kesejahteraan hewan bisa tumbuh secara alami. Bukan melalui teori panjang, melainkan melalui kebiasaan keluarga memperlakukan ternaknya.

 

Peternakan Dekat dengan Kehidupan Keluarga Indonesia

Data Sensus Pertanian memperlihatkan betapa dekatnya sektor ini dengan kehidupan rumah tangga. Indonesia memiliki sekitar 25,12 juta rumah tangga usaha pertanian pada 2023. Dari jumlah tersebut, sekitar 12,05 juta rumah tangga mengusahakan subsektor peternakan.

Artinya, isu tentang ternak bukan semata-mata urusan perusahaan peternakan besar. Ada jutaan kandang kecil yang dikelola keluarga.
Bahkan kehidupan pertanian tetap ditemukan di kawasan perkotaan.

Khusus Jawa Timur, BPS mencatat sekitar 2,94 juta rumah tangga usaha pertanian berada di wilayah perkotaan pada 2023. Sebanyak 180.910 di antaranya menjalankan usaha pertanian dengan memanfaatkan lahan terbatas. Data tersebut mencakup berbagai subsektor pertanian, bukan peternakan saja. 

Kondisi itu memperlihatkan perubahan menarik. Aktivitas pertanian tidak selalu identik dengan desa luas dan hamparan sawah. Rumah, lahan sempit, dan kawasan yang semakin padat dapat bersinggungan dengan kegiatan produksi pangan.

Konsekuensinya, kebersihan, kesehatan hewan, pengelolaan limbah, serta hubungan dengan tetangga menjadi semakin penting.

 

Hari Hewan Sedunia Juga Milik Hewan Ternak

Pembicaraan tentang kasih sayang terhadap hewan sering lebih mudah muncul ketika objeknya lucu dan dekat secara emosional.
Kita mudah merasa iba kepada anak kucing yang kehujanan atau anjing yang terlantar.

Ternak sering berada dalam posisi berbeda karena sejak awal manusia memandangnya berdasarkan fungsi ekonomi.
Padahal kesejahteraan hewan tidak mensyaratkan bahwa semua hewan harus diperlakukan seperti hewan kesayangan. Konteks pemeliharaannya memang berbeda.

Hal yang penting adalah memastikan kebutuhan dasarnya tetap diperhatikan selama hidup.Ternak membutuhkan pakan yang memadai, air bersih, tempat hidup yang sesuai, perlindungan dari kondisi yang menyakitkan, pemeriksaan ketika sakit, serta penanganan yang tidak menimbulkan penderitaan yang tidak perlu.

Kesadaran tersebut juga tidak bertentangan dengan kepentingan peternak. Hewan yang sehat merupakan aset keluarga. Kondisi kandang, kualitas pakan, ketersediaan air, pengendalian penyakit, dan penanganan sehari-hari mempunyai hubungan langsung dengan keberlangsungan usaha peternakan.

Hari Hewan Sedunia pada 4 Oktober akhirnya dapat menjadi kesempatan melihat kandang yang selama ini terasa begitu biasa. Sebab kesejahteraan hewan tidak hanya dibicarakan di pusat konservasi atau klinik hewan di kota.

Ia juga dimulai di belakang rumah, ketika seseorang mengisi tempat minum kambing, membersihkan kandang ayam, memeriksa sapi yang tidak mau makan, atau memilih tidak memukul hewan yang sulit diarahkan.

Di situlah kepedulian mempunyai bentuk paling konkret: merawat dengan layak hewan yang ikut menghidupi manusia.