Sabtu, 10 November 2018 02:03 UTC

Sekda Provinsi Jatim, Heru Tjahjono memberikan surat kematian ke keluarga Erikawati, Saluki saat di ruang jenazah RSUD Dr Soetomo. Foto : M Khaesar Januar Utomo
JATIMNET.COM, Surabaya - Erikawati (9) menjadi salah satu korban meninggal dunia dari tiga korban meninggal dunia dalam insiden viaduk ketika menonton drama kolosal "Surabaya Membara", Jumat malam kemarin, 9 November 2018. Erikawati adalah anak kedua pasangan suami istri Saluki dan Liana yang saat itu bersama-sama menonton drama kolosal itu.
Sang ayah, Saluki tidak kuasa melihat anaknya menjadi korban meninggal usai jatuh dari atas viaduk bersama istrinya, Liana yang juga mengalami luka di kakinya. Warga Jalan Kalimas Baru, Surabaya ini mengaku selalu menonton drama kolosal yang dipentaskan setiap tahun menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November.
Bahkan Saluki selalu mengajaknya menonton drama kolosal Surabaya Membara sejak Erikawati masih kecil. "Biasanya kami melihat dibawah dan memang tidak seramai tahun ini," ucapnya. Sebelum kejadian, Saluki tidak memiliki firasat sama sekali. "Karena memang kami setiap tahun menonton acara ini," katanya.
Pria berusia 47 tahun ini sempat menjelaskan bagaimana peristiwa itu terjadi. Saat itu orang sudah berdesak desakan yang kemudian membuat anaknya dan istrinya jatuh. "Saat itu saya lihat kondisi anak dan istri saya lebih dulu, dan saya juga ada luka di kaki sebelah kiri," ucapnya.
Erikawati akan dimakamkan di desa Parseh, Bangkalan Madura. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono sempat datang ke RS Dr Sutomo unyuk mengunjungi keluarga korban dan mengucapkan bela sungkawa serta memberikan surat kematian. Sekitar pukul 00.48 WIB, jenazah Erikawati langsung dibawa pihak keluarga ke Madura.
