Tambahan Kuota Haji 10 Ribu Orang Diprioritaskan Untuk Lansia

David Priyasidharta

Sabtu, 27 April 2019 - 09:19

JATIMNET.COM, Jakarta - Pemerintah memprioritaskan jemaah haji lanjut usia (lansia) untuk mengisi tambahan kuota haji pemberian Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud. Hal ini diungkapkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat memimpin rapat terkait pesiapan pelaksanaan penambahan 10 ribu kuota haji tahun ini.

Tambahan kuota haji itu akan didistribusikan secara proporsional ke masing-masing provinsi per kloter dengan prioritas jemaah lansia serta penambahan petugas haji yang direkrut di luar 10 ribu jemaah haji tambahan pada tahun ini.

BACA JUGA: Sistem Pelaporan Haji Khusus Dilakukan Lewat Daring

"Jemaah lansia harus menjadi prioritas penambahan kuota haji tahun ini. Saya minta Kanwil dan Kankemenag  proaktif 'menjemput bola', khususnya memberitahu kepada jemaah haji lansia yang mayoritas berada di daerah pedalaman dan terpencil di Indonesia. Saat inilah kita memprioritaskan jemaah lansia," kata Lukman, Jumat 26 April 2019.

Lukman mengatakan kuota penambahan tahun 2019 berdasarkan masa tunggu pada masing-masing provinsi. Dari rapat tersebut terungkap bila masa tunggu haji paling lama atau di atas 30 tahun yaitu Provinsi Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.

"Penambahan 10 ribu kuota haji, terjadi di akhir persiapan. Ini berdampak pada konfigurasi pengkloteran yang harus dipersiapkan agar bisa optimal dan maksimal," kata Lukman dalam laman Kementerian Agama.

BACA JUGA: Jemaah Haji Jawa Timur dari Tahun ke Tahun

Dampak lainnya terkait penempatan dengan sistem zonasi yang memerlukan kebijakan untuk menghasilkan pembagian distribusi di setiap provinsi secara merata berdasarkan masa tunggu.

Hasil rapat ini nantinya akan dibahas bersama DPR, BPKH dan kementerian/lembaga terkait untuk mensukseskan penambahan 10 ribu kuota pada musim haji tahun ini.

Baca Juga

loading...