Surabaya Segera Miliki Lapangan Tembak Bertaraf Internasional

Khoirotul Lathifiyah

Kamis, 21 Maret 2019 - 19:44

JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah menuntaskan pembangunan lapangan tembak berstandar internasional di Kedung Cowek Kecamatan Bulak Surabaya. Pembangunan ini dimaksudkan agar Surabaya bisa menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga menembak se-Asia Pasifik.

Kepala Bidang Pembianan Olahraga Dispora Surabaya Arif Setiapurwanto mengungkapkan pembangunan lapangan tembak ini diharapkan bisa menarik minat warga Surabaya untuk menjadi altet menembak.

“Sebelumnya sudah di lapangan Kodam V/ Brawijaya. Namun dengan adanya lapangan arena penembakan, nantinya akan ada dua tempat latihan,” kata Arif melalui telepon selulernya, Kamis 21 Maret 2019.

Saat ini Surabaya memiliki kurang lebih 50 atlet menembak, baik untuk kelas shotgun, tembak air pistol, maupun tembak reaksi. Namun saat ini masih baru banyak atlet tembak air pistol karena untuk tembak reaksi masih jarang kejuaraan.

BACA JUGA: Jalan dari Romokalisari ke Stadion GBT akan Diperlebar

Arif mengungkapkan untuk atlet nomor air pistol biasanya mulai dari siswa SD, SMP, hingga SMA. Sedangkan untuk tembak reaksi umumnya diikuti orang dewasa atau di atas 17 tahun, karena menggunakan pistol api dan harus lolos sertifikasi di Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin).

“Rencananya kami akan membuat beberapa acara maupun ruang berlatih untuk menarik minat masyarakat Surabaya sebagai atlet menembak,” kata Arif.

Sementara itu, dalam inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu 20 Maret 2019, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini memastikan arena untuk latihan menembak ditargetkan bisa beroperasi tahun ini.

“Tapi ini masih ada satu lagi yang harus kita bangun, Insha Allah tahun ini kelar semuanya,” kata Risma.

Menurutnya lapangan tembak internasional sangat penting. Sebab pada beberapa kesempatan pihaknya dipercaya dan sudah dikenal shooter professional. Bahkan, beberapa waktu lalu, Surabaya dijadikan tempat kejuaraan dunia menembak. Sayangnya lapangan yang belum selesai, maka kejuaraan dibatalkan.

“Kalau nanti sudah selesai, akan saya tawarkan kembali untuk diselenggarakan kejuaraan dunia. Mungkin tahun 2020 kejuaraan dunia menembak bisa dilakukan di sini,” kata Risma.

BACA JUGA: Bench Pemain di Stadion GBT Sudah Terpasang

Kepala Bidang Bangunan Gedung DKPCKTR Surabaya Iman Krestian Maharhandono menjelaskan lapangan tembak internasional dibangun di atas lahan seluas tiga hektare milik Pemkot Surabaya. Dalam satu lokasi, akan dibangun dua arena tembak outdoor (luar ruangan) dan indoor (dalam ruangan).

“Lapangan outdoor atau blok A, sudah dibangun tahun lalu, dan sudah selesai strukturnya. Adapun progresnya sudah mencapai 70 persen. Tahun ini hanya sedikit pekerjaan struktur lanjutan dan ada pekerjaan mekanikal elektrikal, plumbing dan finishing,” katanya.

Gedung outdoor memiliki dua lantai. Lantai pertama memiliki arena tembak prestasi 25 meter dengan 32 line, arena tembak prestasi 50 meter dengan 30 line, arena tembak reaksi 8x20 meter dengan tiga arena, kemudian arena tembak reaksi 12x20 meter memiliki dua arena, dan arena tembak reaksi 20x20 meter memiliki satu arena.

Di lantai dua ada arena tembak reaksi 8x20 meter yang terdiri dari enam arena, kemudian arena tembak reaksi 12x20 meter dengan empat arena, dan arena tembak reaksi 20x20 dengan dua arena serta fasilitas penunjang lainnya.

Baca Juga

loading...