Sosok Ra Fuad Berpengaruh Atas Kemenangan Jokowi di Bangkalan

Baehaqi Almutoif
Baehaqi Almutoif

Minggu, 12 Mei 2019 - 13:38

JATIMNET.COM, Surabaya – Pemilihan Presiden 2019, Joko Widodo mampu merebut kemenangan di Kabupaten Bangkalan, satu dari empat kabupaten di Madura yang pada Pilpres 2014 dikuasai oleh Prabowo Subianto.

Joko Widodo-Ma’ruf Amin mampu merebut kemenangan di Kabupaten Bangkalan dengan perolehan suara 57,74 persen sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 42,26 persen.

Sedangkan tiga kabupaten lainnya, Pamekasan, Sampang, dan Sumenep, dukungan untuk Prabowo masih tetap solid dan tak tergoyahkan. Di Pamekasan Prabowo-Sandi unggul dengan 83,78 persen, Joko Widodo-Ma’ruf Amin 16,22 persen.

BACA JUGA: TKD Jatim Puas Rebut Kemenangan di Basis Prabowo 

Kemudian di Sampang, Prabowo-Sandi unggul 75,30 persen, Joko Widodo-Ma’ruf Amin 24,70 persen. Sedangkan Sumenep Prabowo-Sandi unggul 64,33 persen, Joko Widodo-Ma’ruf Amin 35,67 persen.

Melihat Pemilu 2014, untuk tiga kabupaten terakhir tidak alami perubahan. Prabowo-Sandi tetap unggul dengan margin yang kali ini lebih besar lagi.

Hanya Bangkalan yang berubah dibandingkan pemilu lima tahun lalu. Ketika itu Prabowo-Sandi unggul 81 persen, Joko Widodo-Jusuf Kalla 19 persen. Selisihnya cukup besar.

BACA JUGA: Ini Hasil Lengkap Rekapitulasi Suara Capres-Cawapres di Jawa Timur

Melihat hal tersebut, Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura Mochtar W. Oetomo mengatakan, dalam konteks Madura secara umum patron klien masih sangat berpengaruh.

“Di Madura faktor kiai, pejabat, klebun masih sangat besar,” ujar Mochtar saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu 12 Mei 2019.

Kasus ini yang lantas mengubah suara di Madura. Berpalingnya Ra Fuad Amin dari sebelumnya di Pemilu 2014 mendukung Prabowo dan pada Pemilu 2019 menjatuhkan pilihan ke Joko Widodo sebagai salah satu faktor kuat membaliknya suara di Bangkalan.

BACA JUGA: Rekapitulasi KPU Jatim, Jokowi-Ma'ruf Unggul 65,7 Persen

Sebagai simbol pengusaha dan keturunan Syaikhona Kholil, Ra Fuad memiliki pengaruh sangat kuat di kultur masyarakat Bangkalan. Meski ia berada di balik jeruji besi akibat kasus korupsi, namun videonya yang tersebar bahwa dirinya mendukung paslon 01 mengubah cerita politik di 2019.

Bangkalan mampu, yang dahulunya 19 persen, kini 57,75 persen. “Jejaring politiknya masih sangat kuat Ra Fuad saya rasa,” ungkapnya.

Inilah yang berbeda dengan tiga kabupaten di Madura lainnya. Kendati Pamekasan, Sampang, dan Sumenep yang notabene bupatinya dari partai politik pengusung Joko Widodo, tetapi tidak mampu memberikan keunggulan bagi Joko Widodo.

“Sampang, Pemekasan, bupatinya baru, terputus dari jaringan politik bupati yang lama. Ini berbeda dengan Ra Latif, Bupati Bangkalan sekarang yang masih ada hubungan dengan Ra Fuad,” katanya.

Baca Juga

loading...