Sistem Jawa Bali Siap Terima Pasokan Listrik Pembangkit Rajamandala

David Priyasidharta

Sabtu, 18 Mei 2019 - 10:28

JATIMNET.COM, Jakarta - Sistem kelistrikan Jawa-Bali siap menerima pasokan dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Rajamandala yang berlokasi di downstream PLTA Saguling, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melalui transmisi 150 KV Cianjur-Cigereleng.

Hal ini menyusul terbitnya Sertifikat Laik Operasi (SLO) PLTA Rajamandala dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) Kementerian ESDM.

"Dengan siap beroperasinya PLTA Rajamandala ini, selain dapat meningkatkan kehandalan sistem kelistrikan setempat juga akan meningkatkan porsi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi pembangkit tenaga listrik," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam laman Kementerian ESDM, Jumat 17 Mei 2019.

BACA JUGA: PLN Bidik Pelanggan Premium Pakai New Super Power

Ia mengatakan, sesuai Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009, setiap instalasi tenaga listrik harus memiliki sertifikat laik operasi (SLO). Dengan adanya SLO ini, instalasi ketenagalistrikan tersebut sudah dapat dioperasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kepastian terbitnya SLO diperoleh usai melewati serangkaian test yakni NDC (Nett Dependable Capacity) Test dan RR (Reliability Run) Test selama 3x24 jam dari rangkaian Commissioning Test yang dilaksanakan pada Sabtu 11 Mei 2019 lalu.

Rangkaian tes tersebut bertujuan untuk menguji kehandalan dan kapasitas maksimum pembangkit listrik sebelum beroperasi secara komersial.

"Berdasarkan hasil test tersebut, PLTA Rajamandala telah mendapatkan Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan siap memasok listrik untuk PLN," ungkap Direktur Utama Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani melalui keterangan tertulisnya.

Pembangunan pembangkit yang memiliki kapasitas 47 megawatt (MW) ini memakan dana investasi sebesar USD 150 juta. Pembangunan proyek ini merupakan kerja sama yang dikerjakan oleh anak usaha PLN yakni PT Indonesia Power dengan The Kansai Electric Power Co. Inc.

Pembangkit energi terbarukan ini memanfaatkan aliran sungai Citarum yang merupakan keluaran dari PLTA Saguling dengan menggunakan turbin Francis Vertical Kaplan.

BACA JUGA: Kementerian ESDM Alokasikan Rp 6 Triliun Tingkatkan Elektrifikasi

PLTA ini tidak memerlukan pembangunan waduk atau bisa disebut dengan kategori PLTA run-of-river. Listriknya dihasilkan dengan memanfaatkan debit air 168 meter kubik dan ketinggian jatuh air (gross head) 34 meter.

Sripeni juga mengatakan dengan pengoperasian PLTA Rajamandala, dapat menambah jumlah pembangkit listrik yang menggunakan energi baru dan terbarukan.

"Satu lagi program pengembangan pembangkit EBT telah selesai pembangunannya. Harapannya dengan ini kami bisa terus mendukung target 23 persen bauran energi (energy mix) dari program PLN," pungkasnya.

 

Baca Juga

loading...