JATIMNET.COM, Jember - Sebagian siswa MTs Fatur Rahman di Dusun Curahdami, Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, harus belajar di bawah tenda karena ruang kelas mereka roboh.

Ruang siswa kelas 7A,7B, dan 8A porak poranda setelah dihantam angin kencang disertai hujan lebat, Sabtu 9 Februari 2019 dini hari.

Ketua Yayasan Fatur Rahman Umi Farida mengatakan, satu tenda BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) didirikan Sabtu 9 Februari 2019 sore. Aktivitas sekolah sempat diliburkan sehari kemarin karena siswa masih ketakutan dan hujan masih mengguyur kawasan tersebut.

"Bangunan sudah lama, bagian atasnya ada yang rusak. Kayunya lapuk karena atapnya bocor, kalau hujan kena air," kata Umi setelah mengajar, Selasa 12 Februari 2019.

BACA JUGA: Santri Jember Kecam Puisi Fadli Zon

Kegiatan belajar mengajar kembali efektif hari ini dengan sebagian siswa kelas 9 belajar di bawah tenda. Belum ada papan tulis di depan kelas, suasana terasa panas, dan suara teriakan siswa berolah raga di lapangan cukup mengganggu proses belajar.

Gedung yang roboh itu dibangun pada tahun 2009, sedangkan yang tidak roboh merupakan bangunan hasil peresmian tahun 2013. Dia menceritakan keretakan tembok 2 gedung sudah terlihat sejak gempa bumi 6,4 skala richter, yang terpusat di Lombok akhir Juli 2019, yang terasa hingga Jember.

Sejak itu Umi mengaku pihaknya tidak menggunakan 3 kelas tersebut karena khawatir tiba-tiba roboh. Pihaknya memilih menggabungkan dua kelas, yakni kelas 7A dan 7B, sehingga berisi 60 siswa atau dua kali lipat isi kelas biasanya.

"Misalnya kelas 7A dan 7B yang sebelumnya memiliki jadwal mata pelajaran berbeda, sekarang harus disamakan," kata wanita yang juga mengajar pelajaran Al-Quran dan Hadist itu.

BACA JUGA: Longsor Timbun Tiga Rumah di Jember

Umi mengaku telah melaporkan kejadian robohnya gedung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Jember dan tingkat Provinsi Jawa Timur. Dia berharap pemerintah bisa memberikan bantuan pembangunan gedung baru untuk sekolah yang tidak memungut biaya pada siswanya itu.

Banjir dan angin kencang selama dua hari, 8 dan 9 Februari 2019, juga tercatat dalam laporan kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember. Ada 3 titik banjir yang dilaporkan, salah satunya Sukorambi, juga angin kencang di desa lokasi MTs Fatur Rahman itu.