Hari Istiawan

Reporter

Hari Istiawan

Minggu, 10 Februari 2019 - 19:10

JATIMNET.COM, Jember – Ratusan santri di Jember, Jawa Timur menggelar aksi longmarch dari lapangan Talangsari menuju Alun-Alun Jember untuk mengecam puisi Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon yang dinilai menghinai kiai.

"Kami menyayangkan pernyataan Fadli Zon yang tidak hanya sekali mendiskreditkan kiai, sehingga aksi damai ini merupakan reaksi keras dari para santri di Jember," kata koordinator aksi Ayub Junaidi, Minggu 10 Februari 2019.

Dalam aksinya, para santri mengenakan sarung dan kopiah sambil membawa sejumlah poster yang mengecam keras puisi Fadli Zon yang berjudul "Doa yang Ditukar" karena dinilai menghina kiai NU KH Maimoen Zubair.

BACA JUGA: Puisi "Ada Genderuwo Istana" Dibalas Puisi "Genderuwo Berkacamata"

Menurut Ayub, pernyataan Fadli Zon yang dinilai menyakiti hati para santri NU tidak hanya pada puisi yang menghina KH Maimoen Zubair, tapi juga pernyataan lainnya yang seperti penghinaan terhadap Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Rais Aam PBNU saat dijabat KH Mahruf Amin.

"Tidak seharusnya elite politik yang duduk di pimpinan Senayan menyampaikan pernyataan yang dapat melukai hati para santri dan masyarakat, sehingga kami mendesak saudara Fadli Zon untuk meminta maaf dalam kurun waktu 2x24 jam," ucap Ayub.

BACA JUGA: Presiden Joko Widodo Lantik Khofifah Khofifah-Emil 13 Februari

Ayub berharap para elite politik menyampaikan pernyataan politiknya dengan santun dan tidak melukai hati masyarakat, terutama para santri karena momentum tahun politik seharusnya tidak membuat gaduh suasana menjelang Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2019.

"Kami juga meminta para tokoh nasional yang lain untuk menghentikan kebiasaan mencela kiai karena kewajiban sebagai muslim menghormati ulama dan kiai, bukan malah sebaliknya karena dapat melukai hati para santri yang berguru kepada para kiai," ujarnya.

Beberapa poster dan spanduk yang dibawa para santri bertuliskan "Mulutmu Harimaumu", "Tenggelamkan Fadli Zon", "Hentikan Menghujat Kiai", dan "Jika Kau Nisatakan Guru Kami, maka Kau Menghadapi Kekuatan Santri".(ant)

Baca Juga

loading...