Logo

Remaja di Jember Dipasung 1,5 Bulan Usai Ayah Meninggal, Sempat Cekik Ibu dan Lempari Warga

Reporter:

Kamis, 02 April 2026 03:00 UTC

Remaja di Jember Dipasung 1,5 Bulan Usai Ayah Meninggal, Sempat Cekik Ibu dan Lempari Warga

AR, remaja 16 tahun yang dipasung karena gangguan jiwa dan membahayakan sekitarnya, dievakuasi oleh petugas Dinsos Jatim untuk perawatan medis. Foto: Adi

JATIMNET.COM, Jember – Seorang remaja berinisial AR (16), warga Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, sempat menjalani pemasungan selama lebih dari satu bulan akibat gangguan kejiwaan yang memburuk. Kondisi tersebut terjadi setelah sang ayah meninggal dunia, yang diduga menjadi pemicu utama penurunan kondisi mentalnya.

AR merupakan anak bungsu dari pasangan Tohari (79) dan Tumiyati (47). Sejak kecil, ia telah menunjukkan gejala gangguan perilaku. Namun, kondisinya semakin parah dalam satu tahun terakhir, terutama setelah kehilangan sosok ayah yang selama ini mendampingi.

Sepupu AR, Muhammad Sobri, menyebut perubahan perilaku tersebut terjadi secara drastis.

“Memang dari kecil sudah ada, bawaan. Tapi yang parah itu sejak setahun terakhir ini,” ujarnya, Kamis, 2 April 2026. 

BACA: Remaja di Jember Dikeroyok 10 Temannya, Dijemput Paksa dan Ditinggalkan dalam Kondisi Luka

Sebelumnya, keluarga sempat membawa AR menjalani pengobatan, mulai dari Puskesmas Mayang hingga dirujuk ke Liposos Jember dan Rumah Sakit Jiwa Lawang. Setelah menjalani perawatan selama sekitar 20 hari, kondisi AR sempat membaik dan terlihat pulih.

Namun, kondisi itu tidak berlangsung lama. Tak lama setelah kembali ke rumah, ayah AR meninggal dunia. Sejak saat itu, perilaku AR berubah drastis dan cenderung membahayakan.

“Setelah bapaknya meninggal, dia drop. Ngamuk-ngamuk, bahkan sempat berusaha mencekik ibunya dan melempari tetangga pakai batu,” kata Sobri.

Situasi tersebut membuat keluarga terpaksa memasung AR demi keselamatan bersama. Sebelumnya, AR sempat dilepas dari pasung saat kondisinya stabil, namun kembali dipasung karena sering mengamuk.

“Kurang lebih satu setengah bulan ini dipasung lagi, karena sering ngamuk,” ujarnya.

Keterbatasan ekonomi menjadi faktor yang memperberat kondisi keluarga. Ibu AR bekerja serabutan, sementara sang ayah semasa hidup menjadi buruh tani. Kondisi tersebut membuat pengobatan lanjutan tidak berjalan optimal. 

BACA: Dinsos Jatim Evakuasi Remaja Dipasung di Jember, Jalani Rehabilitasi Hingga 1 Tahun

AR juga hanya sempat mengenyam pendidikan hingga kelas 2 sekolah dasar. Ia terpaksa berhenti karena perilakunya dinilai mengganggu dan tidak dapat ditangani pihak sekolah.

Kini, AR telah dievakuasi oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Ia akan menjalani rehabilitasi sosial agar kondisinya membaik dan dapat kembali bersosialisasi.

Pada sisi lain, pemerintah memastikan AR akan menjalani rehabilitasi intensif selama beberapa bulan ke depan dengan pendampingan penuh.