Ramadan, Pembuat Kaligrafi dari Serbuk Kayu Ramai Pesanan

Zulkiflie

Sabtu, 11 Mei 2019 - 16:15

JATIMNET.COM, Probolinggo – Serbuk kayu yang biasanya dibuang dan dibakar begitu saja bisa menjadi barang bernilai jutaan. Di tangan Kholili, serbuk kayu diolahnya menjadi kerajinan seni kaligrafi yang biasanya dipajang menjadi hiasan dinding rumah maupun tempat ibadah.

Di bulan Ramadan, warga Desa Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo ini mengaku banjir pesanan. Tak hanya datang dari Probolinggo saja, pesanan yang diterimanya juga dari daerah Jawa Barat.

BACA JUGA: Meraup Untung dari Kerudung

Menurutnya, seni kaligrafi serbuk kayu yang paling diminati yaitu lafaz Asmaul Husna, ayat kursi, kalimat selawat dan tauhid. Sedangkan bahan yang digunakan berasal dari serbuk kayu jati, mahoni dan kamelina.

“Sejak awal puasa sudah ada lima pelanggan yang pesan dan biasanya pesanan terus datang sampai usai lebaran nanti,”ungkap Kholili, Sabtu 11 Mei 2019.

FINISHING. Kaligrafi lafaz Asmaul Husna menjadi produk yang paling banyak diminati. Foto: Zulkifli

Ia menjelaskan, untuk proses membuat satu karya seni kaligrafi tidka bisa sehari dua hari selesai. Sebab, proses pembuatannya ada beberapa tahap. Dimulai dari membersihkan bahan serbuk kayu, membuat pola cetakan dari bahan styrofoam, hingga langkah penempelan lafaz ke media.

Dalam menyelesaikan satu produk, Kholili menyebut waktu yang dibutuhkan satu sampai dua minggu, tergantung ukuran seni kaligrafi yang dipesan.

“Ada yang berukuran 37x37 sentimeter sampai 210 x 135 sentimeter,” katanya.

BACA JUGA: Ramai Diskon Bulan Ramadan

Kholili menjual kreasinya tersebut dengan harga mulai Rp 150 ribu hingga Rp 5 juta. Awal usahanya ini diakui Kholili karena melihat banyaknya serbuk gergaji dibuang begitu saja.

Berbekal ilmu kaligrafi yang dimilikinya, sekitar tahun 2010 Kholili bersama istrinya memulai usaha ini dan terus berkembang hingga kini dibantu lima orang karyawannya yang berasal dari sekitar rumahnya.

Baca Juga

loading...