JATIMNET.COM, Surabaya – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di masa tenang pemilu 2019, mengajak seluruh warga nahdliyin untuk melaksanaan beberapa instruksi organisasi.

Ada tujuh poin yang menjadi ajakan PWNU Jatim. Di antaranya melaksanakan lailatul ijtima' di musala, masjid, pesantren dan kantor NU terdekat sehari sebelum pencoblosan. Kemudian salat subuh berjamaah pagi harinya, dilanjutkan istigosah untuk kesuksesan Pemilu 2019.

Mengingatkan dan mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya ke TPS, serta bersama mengamankan lingkungan TPS pada Rabu 17 April 2019.

BACA JUGA: NU Jatim Ingatkan Semua Pihak untuk Jaga Lisan

Selain itu, PWNU Jawa Timur juga mengajak semua warga NU mengenakan baju putih serta bersarung bagi nahdliyin. Sedangkan nahdliyat atau yang perempuan memakai kerudung hijau dikombinasi baju putih.

Melakukan koordinasi dengan KPU, Bawaslu, Polri dan TNI dalam rangka membantu penyelenggaraan pemungutan suara hingga penghitungan suara di TPS.

Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Agus Ali Masyhuri mengatakan, keluarnya ajakan ini untuk menjaga pemilu agar berjalan damai, tertib dan aman. Pihaknya pun mengajak seluruh pemilik hak suara tidak golput.

BACA JUGA: Ketua PWNU Jatim : Gak Pantes Kiai Mantu, Santri Gak Buwuh

 “Jangan golput karena memilih pemimpin merupakan wajib syar’i. Kita selain beragama juga berbangsa dan bernegara,” ujar Gus Ali, sapaan akrabnya di Kantor PWNU Jawa Timur, Senin 15 April 2019.

Menurutnya, beda pilihan hal wajar. Tetapi jangan sampai itu justru membawa pada perpecahan. Perbedaan pikiran jangan sampai memutus tali silaturahmi.

Pimpinan Pondok Pesantren Bumi Sholawat Lebo, Sidoarjo itu lantas menegaskan posisi netral NU pada Pilpres 2019. Sebagai pengurus organisasi dirinya tetap berperan sebagai perekat bangsa.

“NU itu posisinya harus di tengah sebagai payung bangsa, sebagai perekat dan pengayom masyarakat,” kata Gus Ali.