
Reporter
A. BaehaqiKamis, 2 Juni 2022 - 03:00
Editor
Bruriy Susanto
Anggota DPRD Jawa Timur Khofidah di sela usai melakukan Reses di Malang. Foto: Baehaqi
JATIMNET.COM, Malang - Masyarakat di Kabupaten Malang mengeluhkan tentang harga komoditas pertanian yang tidak bisa stabil dan sulitnya mencari pupuk. Hal itu disampaikan anggota DPRD Jawa Timur Khofidah saat serap aspirasi di wilayah Pujon, Ngantang dan Kasembon, Kabupaten Malang, Rabu 1 Juni 2021.
“Tentang pertanian, masih tetap bertahun-tahun berjalan. Ketika tanam pupuk sulit dan panen harga komoditas pertanian harganya rendah,” katanya.
Dia menyebutkan, sulitnya mencari pupuk mempengaruhi hasil pertanian. Tanaman tidak bisa tumbuh maksimal. Politikus PKB itu berharap pemerintah bisa segera mengambil kebijakan yang pro petani. Selain memperbanyak stok pupuk di pasaran, pemerintah harus hadir untuk mengeluarkan regulasi agar ketika masa panen harga komoditas pertanian tidak jatuh.
“Itu yang harus ditata kembali sehingga petani itu tidak menjadi pelengkap. Kebijakan pemerintah harus berpihak kepada petani. Jadi pemerintah harus memperbanyak stok pupuk agar petani mudah memperolehnya,” katanya.
Baca Juga: Ke Ponorogo AHY Disambati Warga Mahalnya Harga Pupuk dan Minyak
Dia juga menyampaikan, kondisi jalan rusak yang dikeluhkan harga warga kecamatan Pujon. Keadaan yang sangat menganggu karena memperlambat aktivitas dan warga khawatir karena rawan terhadap kecelakaan. “Hasil reses itu masukan dari anggota masyarakat pertama terkait fasilitas jalan,” katanya.
Dia mengatakan, beberapa ruas jalan di kecamatan Pujon, Ngantang dan Kasembon kondisinya sangat memperihatinkan. Selain kondisi jalan berlubang, beberapa plengsengan dan sempadan jalan terlihat ambrol.
“Jadi warga khawatir karena di beberapa titik yang terkena longsor beberapa waktu lalu kondisinya mengkhawatirkan. Warga mengeluh dan tidak tahu harus mengadu kemana sehingga kalau jalan provinsi kita sampaikan ke provinsi,” tandasnya.