Minggu, 30 August 2026 04:00 UTC

Ketua Umum DPP PRI Muhammad Nazaruddin. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Partai Rakyat Indonesia (PRI) memanfaatkan kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Taman Bungkul Surabaya untuk menyapa sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
Ketua Umum DPP PRI Muhammad Nazaruddin mengatakan, interaksi langsung dengan warga membuat partai bisa mengetahui persoalan yang mereka hadapi. Sejumlah keluhan yang diterima berkaitan dengan fasilitas umum hingga sengketa lahan.
“Keluhannya salah satunya memang banyak tempat-tempat fasilitas umum yang perlu diperbaiki. Terus ada beberapa terkait masalah sengketa-sengketa lahan,” kata Nazaruddin di Surabaya, Minggu, 30 Agustus 2026.
Menurut dia, persoalan tersebut membutuhkan perhatian pemerintah agar masyarakat memperoleh kepastian dan dapat menjalani kehidupan dengan nyaman.
“Tujuan adanya pemerintahan ini ke depan supaya masyarakat tinggal nyaman, bisa hidup dengan tenang dengan keluarganya,” ujarnya.
Selain warga, jajaran PRI juga menyambangi sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar CFD.
Nazaruddin mengatakan pendekatan langsung diperlukan untuk mengetahui kebutuhan pelaku usaha sekaligus menyampaikan program yang didukung partainya.
Sementara itu, Ketua DPD PRI Jawa Timur (Jatim) Syaqif Constantin Arsalan mengatakan kegiatan tersebut tidak secara khusus dirancang sebagai agenda politik. Kegiatan bermula dari keinginan Nazaruddin yang memang memiliki kebiasaan berolahraga.
“Pak Ketum memang hobinya olahraga. Oleh sebab itu beliau minta, ayo jalan di tempatnya Car Free Day, kita jalan bareng,” katanya.
Meski demikian, kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk berinteraksi dengan warga dan pelaku UMKM. Jajaran PRI bahkan menyempatkan diri masuk ke sejumlah warung untuk berbincang langsung dengan masyarakat.
Syaqif mengatakan PRI memilih pendekatan pemberdayaan dalam mendampingi UMKM, antara lain melalui edukasi, berbagi pengalaman usaha hingga membantu ketika pelaku usaha menghadapi kendala akses perbankan.
“Partai Rakyat Indonesia tidak berjanji apa-apa. Cuma apa yang diperlukan sama pengusaha mikro, kecil, menengah, insyaallah kami akan memberikan dukungan,” ujarnya.
Menurut Syaqif, komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi bagian dari upaya PRI membangun basis sekaligus memahami kebutuhan warga di Jatim.
“Kami benar-benar langsung masuk ke masyarakat. Apa yang masyarakat perlukan, apa yang masyarakat butuhkan, maka kita selalu hadir di sini,” katanya.
