Pertumbuhan Ekonomi Tahun ini Lebih Baik Dibanding Periode Sebelumnya

Rochman Arief

Senin, 6 Mei 2019 - 17:31

JATIMENT.COM, Jakarta – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menilai pertumbuhan ekonomi pada triwulan I/2019 sebesar 5,07 persen merupakan lebih baik dari realisasi periode tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan 5,07 persen ini lebih bagus dibandingkan dengan triwulan satu tahun sebelumnya,” kata Suhariyanto di Jakarta, Senin.

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi tahun ini ini lebih tinggi dari periode triwulan I/2016 sebesar 4,94 persen, triwulan I/2017 sebesar 5,01 persen dan triwulan I/2018 sebesar 5,06 persen.

BACA JUGA: Konsumsi Rumah Tanggah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I/2019

Dari sisi pengeluaran, Suhariyanto mengatakan kinerja perekonomian ini didukung oleh konsumsi pemerintah yang tumbuh 5,21 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 5,03 persen dan konsumsi rumah tangga 5,01 persen.

“Kenaikan realisasi terlihat di belanja barang dan jasa, belanja pegawai dan bantuan sosial tunai. Itu menyebabkan konsumsi pemerintah bergerak sangat bagus sekali,” ujar Suhariyanto.

Namun, konsumsi rumah tangga masih menyumbang struktur PDB terbesar dalam perekonomian yaitu sebesar 56,01 persen, diikuti PMTB 33,84 persen dan ekspor barang dan jasa 21,13 persen.

BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi Jatim Capai 5,51 Persen

Sedangkan dari sisi lapangan usaha, industri jasa perusahaan tercatat tumbuh tinggi pada triwulan I/2019 yaitu sebesar 10,36 persen diikuti jasa lainnya 9,99 persen serta informasi dan komunikasi 9,03 persen.

Meski demikian, sektor terbesar yang mendominasi struktur PDB adalah industri pengolahan sebesar 20,07 persen, disusul sektor perdagangan 13,20 persen dan pertanian 12,65 persen.

Ia mengharapkan kinerja pertumbuhan ekonomi yang membaik pada awal tahun bisa dipertahankan pada triwulan berikutnya sehingga target pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun yang ditetapkan 5,3 persen dapat tercapai.

"Pada triwulan dua, mudah-mudahan bisa makin bagus, karena ada faktor yang menjadi pemicu, terutama dari konsumsi rumah tangga karena Ramadhan," kata Suhariyanto. (ant)

Baca Juga

loading...