Selasa, 06 January 2026 00:00 UTC
Personel Ditsamapta Polda Aceh bersama sejumlah guru melakukan pembersihan di SD Negeri 2 Rantau, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin, 5 Januari 2026. Foto: Divisi Humas Mabes Polri
Personel Ditsamapta Polda Aceh bersama sejumlah guru melakukan pembersihan di SD Negeri 2 Rantau, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin, 5 Januari 2026. Foto: Divisi Humas Mabes Polri
Personel Ditsamapta Polda Aceh bersama sejumlah guru melakukan pembersihan di SD Negeri 2 Rantau, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin, 5 Januari 2026. Foto: Divisi Humas Mabes Polri
Personel Ditsamapta Polda Aceh bersama sejumlah guru melakukan pembersihan di SD Negeri 2 Rantau, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin, 5 Januari 2026. Foto: Divisi Humas Mabes Polri
Personel Ditsamapta Polda Aceh bersama sejumlah guru melakukan pembersihan di SD Negeri 2 Rantau, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin, 5 Januari 2026. Foto: Divisi Humas Mabes Polri
JATIMNET.COM – Puluhan personel Polri dari Ditsamapta Polda Aceh bersama sejumlah guru terus melakukan pembersihan di SD Negeri 2 Rantau, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin, 5 Januari 2026.
Kegiatan pembersihan tersebut memasuki hari kedua pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.
Personel Polri dan para guru mengebut pembersihan agar sekolah dapat segera difungsikan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan bahwa kondisi sekolah masih dipenuhi lumpur dan material sisa banjir.
Oleh karena itu, sejak hari pertama hingga hari ini, pembersihan terus dilakukan secara intensif.
“Masih banyak lumpur dan material sisa banjir di SD Negeri 2 Rantau, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang. Sejak kemarin hingga hari ini, personel Polri bersama para guru terus mengebut pembersihan agar sekolah tersebut dapat kembali berfungsi sebagai lembaga pendidikan,” ujar Joko.
Ia menambahkan keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung terselenggaranya kembali kegiatan pendidikan bagi para siswa.
“Dengan bersihnya sekolah ini, diharapkan proses belajar mengajar dapat segera berjalan normal. Ini merupakan wujud komitmen Polri dalam membantu masyarakat,” kata Joko.
