Bruriy Susanto

Kamis, 4 Oktober 2018 - 06:07

JATIMNET.COM, Surabaya – Kebohongan pertama adalah awal untuk kebohongan kedua, ketiga, dan seterusnya. Entah apa yang ada di benak Ratna Sarumpaet ketika mendapati mukanya lebam saat terbangun di RS Bina Estetika Jakarta, Sabtu 22 September 2018. Mungkin saja perempuan 70 tahun, aktris teater, sekaligus aktivis sosial itu tak ingin ulahnya menjalani sedot lemak di pipi diketahui anaknya.

Yang jelas, untuk menutupi “muka lebamnya” Ratna berbohong telah menjadi korban penganiayaan. Sial, anaknya tak puas dan mendesak penjelasan lebih rinci. Ratna kembali berbohong. Ia mengarang cerita, penganiayaan terjadi usai ia mengikuti sebuah konferensi di Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Jagad gempar. Ratna Sarumpaet, seorang tokoh dalam pusaran tim pemenangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjadi korban kekerasan. Narasi politis berkembang, simpati pada Ratna mengalir deras. Di depan Prabowo dan politikus gaek Amien Rais yang menjenguknya, Ratna mengulang kebohongan. Mereka pun mendesak polisi menangkap pelaku penganiayaan.

Polisi bergerak cepat. Mereka mengecek puluhan rumah sakit se-Bandung, jadwal konferensi internasional se-Jawa Barat, manifest penerbangan, hingga kamera pengintai (CCTV) di bandara. Hasilnya, sinyal telepon genggam Ratna malah terekam di Jakarta pada 20-24 September 2018. Rekening tabungannya terdeteksi mentransfer puluhan juta rupiah ke rekening RS Bina Estetika Jakarta dan namanya tercatat sebagai pasien operasi plastik di sana. Dan, kebohongan Ratna terkuak.

Baca Juga

loading...