Logo

Pawai Budaya Kota Probolinggo Tampilkan Wajah Nusantara

Reporter:,Editor:

Senin, 14 September 2026 01:30 UTC

Pawai Budaya Kota Probolinggo Tampilkan Wajah Nusantara

Jajaran pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Probolinggo mengenakan busana tradisional Nusantara saat pawai budaya dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667, Minggu, 13 September 2026. Foto: Foto

JATIMNET.COM, Probolinggo – Nuansa keberagaman begitu kental mewarnai Pawai Budaya Kota Probolinggo, Minggu sore hingga malam, 13 September 2026.

Peserta mengenakan beragam pakaian adat dari berbagai daerah di Nusantara saat menyusuri jalanan kota dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-667.

Nuansa tersebut tidak hanya ditunjukkan oleh para peserta pawai yang terdiri dari 23 kelompok. Jajaran Forkopimda juga tampil dengan pakaian adat dari sejumlah daerah.

Tidak hanya mengenakan busana tradisional, pawai tersbut juga menampilkan beragam kesenian dengan memadukan budaya khas Kota Probolinggo dan kesenian dari daerah lain di Indonesia.

Wali Kota Probolinggo Aminuddin menilai keberagaman yang ditampilkan dalam pawai menggambarkan karakter masyarakat Kota Probolinggo.

Keragaman itu menjadi bagian dari budaya Pendalungan yang tumbuh dari pertemuan berbagai latar belakang masyarakat.

“Budaya Pendalungan adalah perpaduan berbagai budaya, khususnya Jawa, Madura, Arab, Tionghoa, Melayu dan pengaruh Eropa karena Kota Probolinggo adalah kota persinggahan,” kata Aminuddin.

Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang perlu terus dirawat. Pawai budaya menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan sekaligus menjaga keberadaan budaya tradisional, khususnya yang tumbuh di Kota Probolinggo dan Jawa Timur.

“Melalui pawai budaya ini maka budaya-budaya tradisional diangkat dengan tujuan melestarikan potensi original di Kota Probolinggo dan Jawa Timur,” ujarnya.

Tak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, pawai juga diharapkan memberi dampak terhadap geliat ekonomi kreatif.

Ketua panitia pawai Rey Suwigtyo, mengatakan kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi warga untuk mengenalkan berbagai potensi budaya sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif.

“Pawai budaya ini diharapkan dapat menghidupkan sektor ekonomi kreatif sekaligus menjadi ruang untuk melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya yang kita miliki,” ujar Rey yang juga Kepala Baperida Kota Probolinggo itu.

Rangkaian pawai dimulai dari depan Kantor Wali Kota Probolinggo di Jalan Panglima Sudirman. Rombongan bergerak ke arah timur, kemudian berbelok menuju Jalan Gatot Subroto dan berakhir di ujung jalan menuju Jalan Basuki Rahmad.

Pembukaan pawai ditandai dengan pemukulan alat musik dug-dug Kelabang Songo secara bersamaan oleh Aminuddin, Ina Dwi Lestari dan jajaran Forkopimda.

Dalam event tersebut, warga juga disuguhi penampilan Tari Jaran Bodhag yang menjadi salah satu Warisan Budaya Takbenda Kota Probolinggo.