Nurdin Halid Akui Jebloknya Golkar Korban Sistem Pemilu

Rochman Arief

Reporter

Rochman Arief

Minggu, 2 Juni 2019 - 11:58

JATIMNET.COM, Makassar – Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Nurdin Halid menyebut sistem Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dinilai merugikan partai dan Calon Legislatif (Caleg) partainya. Meskipun suara yang diperoleh Partai Golkar cukup besar, tetapi perolehan kursinya tidak proporsional.

“Salah satu contoh untuk suara caleg, Daerah Pemilihan DPR RI total meraih suara 800 ribuan hanya mendapat empat kursi, sedangkan ada partai lain meraih 600 ribuan suara, atau selisih 200 ribu suara, tetapi perolehan kursinya sama dengan Golkar,” ungkap dia, Minggu 2 Juni 2019.

Selain itu, sistem ini juga berdampak pada suara caleg di tingkat provinsi dan kabupaten kota. Sistem menggunakan perhitungan Sante Langue yang mengonversi suara DPR RI, DPRD provinsi dan kabupaten dianggap sangat merugikan partai dan Caleg.

Meski caleg yang meraih suara besar di Daerah Pemilihan (Dapil) kata dia, malah mendapat satu kursi sementara sisa suara seharusnya masih bisa mendapat satu kursi malah tidak berguna. Sedangkan ada caleg dari partai lain perolehan suaranya jauh di bawah malah mendapat satu kursi.

BACA JUGA: Golkar Jatim Terjunkan Timsus Evaluasi Turunnya Suara

“Saya sudah membicarakan persoalan ini dengan pengurus di tingkat pusat termasuk yang duduk di DPR RI untuk membahas dan mengevaluasi sistem tersebut dengan menyiapkan sistem barunya. Kemudian memisahkan pelaksanaan Pileg dan Pilpres," tutur mantan Ketua Umum PSSI itu.

Kendati perolehan kursi menurun di Sulsel, pria akrab disapa NH itu tidak ingin menyalahkan pengurus partai maupun caleg Golkar yang sudah berupaya maksimal mengumpulkan suara. Meski pada akhirnya perolehan kursi di DPRD Sulsel turun menjadi 15 kursi dari pemilu lalu.

“Saya tidak mau menyalahkan siapapun, yang saya sampaikan kepada pengurus bahwa ini tanggungjawab kita bersama. Sebab sistem pemilu ini merugikan. Tentu akan ada evaluasi nantinya,” papar NH.

BACA JUGA: Kader AMPI Siap Turun ke Gelanggang Politik Jatim

Mantan Ketua Harian DPP Golkar pusat itu bahkan menyebut, Partai Golkar hampir kalah dalam kontestasi Pemilu 2019. Sebab Golkar masih bisa mempertahankan posisi kursi Ketua di DPRD Sulsel maupun beberapa kabupaten lain.

“Saya masih bersyukur, karena hampir kalah, meski ada partai lain menyatakan hampir menang. Inilah fakta politik sesungguhnya. Perolehan suara Partai Golkar memang sejak masa reformasi terus turun, tetapi Golkar tetap bertahan," ungkap dia.

Walaupun perolehan kursi golkar menurun, namun suara yang diperoleh cukup besar. Hanya saja sistem ini yang membuat perolehan kursi Golkar tereduksi.

Dia menegaskan, Golkar tidak akan tinggal diam terhadap sistem pemilu yang sedang berjalan. Bukan hanya merugikan partai dan caleg, tetapi juga semua tatanan demokrasi. (ant)

Baca Juga

loading...