Nikmatnya Ketupat Coklat Ala Kampung Coklat Blitar

Yosibio

Rabu, 12 Juni 2019 - 17:17

JATIMNET.COM, Blitar - Ketupat umumnya berbahan beras, berbalut janur dan dimasak hingga matang. Namun, di Kabupaten Blitar, wisata Kampung Coklat membuat ketupat coklat.

Ketupat berbahan campuran beras dengan coklat murni, hasil produksi lokasi wisata andalan kabupaten Blitar.

Mencecap nikmatnya ketupat coklat menjadi incaran pengunjung tempat wisata yang berlokasi di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Seperti diakui Sofia Dewi,  warga Kota Blitar ini datang ke kampung coklat karena penasaran dengan sensasi rasanya. Menurut Sofia, rasanya jauh berbeda dengan ketupat umumnya, karena ada gurih bercampur manis.

BACA JUGA: Hadrah dan Tari Reog Iringi Arak-arakan Gunungan 1.001 Ketupat

"Rasanya unik ya, nikmat perpaduan antara gurih dan manis coklat. Lebih nikmat lagi dipadu opor ayam, kuah santan tempe dan bubuk kedelai, "ujar Sofia kepada Jatimnet di sela menikmati ketupat coklat, Rabu 12 Juni 2019, siang.

Perempuan berhijab ini juga mengajak anaknya sekalian berlibur, sambil menikmati ketupat coklat di lebaran ketupat 1440 ini.

TUMPENG. Tumpeng ketupat coklat yang diarak keliling sebelum dibagikan gratis ke pengunjung kampung coklat blitar rabu siang

Di lokasi wisata ini, membagikan ketupat coklat kepada pengunjung sudah menjadi tradisi setiap lebaran ketupat.

Tradisi ini biasanya diawali dengan mengarak dua tumpeng ketupat coklat lanang wadon.

BACA JUGA: Operasi Ketupat Buat Selamat

Setelah diarak keliling, kemudian dibawa masuk ke lokasi wisata untuk didoakan di panggung oleh sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat serta seluruh pengunjung di kampung coklat.

Usai prosesi doa dan ritual ala Islam Nusantara, sebanyak 4.000 ketupat coklat ludes dibagikan gratis ke pengunjung.

Kholid Mustofa, pemilik lokasi wisata edukasi Kampung Coklat menyebutkan bahan dasar membuat ketupat coklat.

"Untuk membuat 4.000 porsi ketupat coklat ini dibutuhkan 2 kwintal beras dan 25 kilogram coklat," ungkap Kholid Mustofa sambil tersenyum lebar.

KETUPAT. Ritual lebaran ketupat di Kampung Coklat Blitar

Tradisi kupatan menggunakan ketupat coklat ini sudah berlangsung selama enam tahun yang lalu.

Dilaksanakan tepat tujuh hari usai Hari Raya Idul Fitri. Tujuanya untuk melestarikan budaya Indonesia sekaligus budaya umat Muslim.

"Tujuanya adalah untuk melestarikan budaya kupatan, dan karena tempatnya di Kampung Coklat maka ketupatnya kami buat berbeda dengan menambahkan coklat bubuk," imbuhnya.

Sementara terkait dua tumpeng raksasa lanang wadon, Kholid menuturkan jika itu merupakan simbol dari pasangan, layaknya hitam putih, besar kecil dan sebagainya.

BACA JUGA: Lebaran Ketupat, Pembuat Tempe Malang Genjot Produksi

Kholid menambahkan, adanya pasangan lanang wadon ini, menjadi simbol pasangan suami istri yang bisa beranak pinak menjadi banyak.

"Jadi dua tumpeng ini layaknya pasangan, agar bernah (beranak pinak) seperti lokasi wisata ini agar terus berkembang dan memberikan manfaat bagi pengunjung yang datang,"pungkasnya mengakhiri wawancara.

Baca Juga

loading...