Najib Razak Hadapi Persidangan Dugaan Korupsi 1MDB

Nani Mashita

Rabu, 3 April 2019 - 12:15

JATIMNET.COM, Surabaya - Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak akan diadili terkait skandal keuangan perusahaan negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Dia dituduh menilap uang negara USD 681 juta

Skandal keuangan ini sendiri diselidiki di setidaknya enam negara, termasuk Malaysia. PM Malaysia yang baru Mahathir Mohamad menggelar investigasi korupsi di 1MDB.

1MDB didirikan saat Najib masih menjabat sebagai perdana menteri. Uang yang terkumpul di lembaga itu ditujukan untuk meningkatkan ekonomi Malaysia melalui investasi strategis. Pada 2015, muncul pertanyaan seputar kegiatannya setelah gagal membayar utang kepada bank dan pemegang obligasi.

BACA JUGA: KPK Panggil Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya

Ternyata diketahui uang 1MDB diduga digunakan untuk membiayai gaya hidup mewah, film Hollywood, dan kapal pesiar super mewah.

Najib ditahan pada September 2018 lalu dan menghadapi sejumlah tuntutan seperti pelanggaran kepercayaan kriminal, penyalahgunaan wewenang dan pencucian uang. Najib menyatakan tidak bersalah dan dibebaskan dengan jaminan. Polisi telah mengambil barang-barang mewah dan uang tunai dari properti Najib.

Najib menghadapi total 42 tuduhan, sebagian besar terkait dengan 1MDB. Salah satunya terkait dengan dugaan transfer 42 juta ringgit (USD 10,31 juta) ke rekening bank pribadinya dari SRC International, mantan unit 1MDB.  

Uang yang terlibat dalam persidangan hari ini dianggap sebagai tambahan dari USD 681 juta yang diduga berakhir di rekening pribadinya. Tetapi menurut Departemen Kehakiman AS, salah satu negara yang menyelidiki pencucian uang global, mengatakan USD 4,5 miliar telah dialihkan ke kantong pribadi Najib.

BACA JUGA: KPK Awasi Korupsi di Sektor Pungutan Pajak Hotel

Penyelidikan korupsi 1MDB melibatkan sejumlah orang. Yang pertama adalah pengusaha Malaysia Low Taek Jho, yang dituduh mengalihkan uang untuk dirinya sendiri dan rekan-rekannya. Dia diketahui membeli kapal pesiar super mewah bernilai $ 250 juta, telah disita oleh pihak berwenang pada tahun 2018.

Pada hari Rabu, pengadilan menyetujui penjualan kapal pesiar ini ke perusahaan kasino Genting Malaysia, kata jaksa agung Malaysia.

Pemerintah Malaysia telah mengajukan tuntutan pidana terhadap Bank investasi Goldman Sachs. Perusahaan yang terdaftar di Wall Street itu dituduh membantu menyalahgunakan uang. Tim Leissner, yang menjabat sebagai ketua Goldman Sachs Asia Tenggara, mengaku bersalah untuk berpartisipasi dalam skema penyuapan dan pencucian uang.

Kepala Eksekutif Goldman David Solomon meminta maaf kepada rakyat Malaysia atas peran Leissner dalam skandal itu. Tetapi mengatakan bank telah ditipu tentang perincian kesepakatan, dilansir dari BBC.com, Rabu 3 April 2019.

Baca Juga

loading...