Logo

Minuman Hangat Tetap Menjadi Teman Memulai Aktivitas Pagi

Secangkir minuman hangat sering menjadi jeda singkat yang membantu tubuh dan pikiran bersiap menghadapi hari.
Reporter:,Editor:

Senin, 06 July 2026 13:00 UTC

Minuman Hangat Tetap Menjadi Teman Memulai Aktivitas Pagi

Ilustrasi: Pagi Lebih Siap. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Minuman hangat masih menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kebiasaan sarapan masyarakat Indonesia. Di tengah meningkatnya pilihan minuman modern, secangkir teh hangat, kopi, atau susu tetap menjadi teman yang menemani jutaan orang sebelum berangkat bekerja maupun sekolah.

Kebiasaan ini tidak hanya berkaitan dengan cita rasa, tetapi juga membentuk rutinitas pagi yang memberi rasa nyaman. Setelah libur sekolah berakhir dan aktivitas kembali padat, banyak keluarga kembali membangun pola sarapan yang sederhana, termasuk menyediakan minuman hangat sebagai pelengkap menu pagi.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa manfaat minuman pagi akan lebih optimal jika dikonsumsi bersama makanan bergizi, bukan sebagai pengganti sarapan.

 

Kebiasaan yang Mengakar dalam Budaya Masyarakat

 

Indonesia termasuk salah satu negara dengan budaya minum teh dan kopi yang kuat. Data International Coffee Organization (ICO) menunjukkan konsumsi kopi domestik Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring bertambahnya jumlah penikmat kopi dari berbagai kelompok usia.

Sementara itu, teh tetap menjadi minuman yang banyak dikonsumsi di rumah karena mudah disajikan dan cocok dipadukan dengan berbagai menu sarapan.

Bagi anak-anak, pilihan minuman biasanya berbeda. Susu masih menjadi salah satu pelengkap sarapan yang banyak dipilih keluarga karena mengandung protein, kalsium, dan berbagai zat gizi yang mendukung pertumbuhan.

Namun, jenis minuman yang dipilih sebaiknya tetap disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, dan kebutuhan masing-masing individu.

 

Air Putih Tetap Menjadi Pilihan Utama

Di balik beragam pilihan minuman hangat, air putih tetap memiliki peran yang tidak tergantikan. Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang Kementerian Kesehatan, kebutuhan cairan orang dewasa umumnya berkisar sekitar dua liter atau delapan gelas per hari, meski jumlahnya dapat berbeda tergantung usia, aktivitas fisik, dan kondisi lingkungan.

Setelah tidur selama enam hingga delapan jam, tubuh kehilangan cairan melalui proses pernapasan dan penguapan. Karena itu, minum air putih pada pagi hari membantu mengembalikan keseimbangan cairan sebelum memulai aktivitas.

Teh, kopi, atau susu dapat menjadi pelengkap, tetapi bukan pengganti kebutuhan air putih sepanjang hari.

 

Pilihan Minuman Perlu Memperhatikan Kandungan Gula

Tren minuman kekinian membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan. Namun, kandungan gula tambahan juga perlu menjadi perhatian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar konsumsi gula bebas dibatasi hingga kurang dari 10 persen total kebutuhan energi harian, bahkan manfaat kesehatan akan lebih besar jika jumlahnya berada di bawah 5 persen atau sekitar 25 gram per hari bagi orang dewasa.

Karena itu, teh atau kopi tanpa tambahan gula berlebihan menjadi pilihan yang lebih baik dibanding minuman dengan pemanis tinggi apabila dikonsumsi setiap hari.

Kebiasaan sederhana ini juga mendukung upaya pemerintah dalam membangun pola makan yang lebih sehat, termasuk melalui edukasi gizi yang berjalan seiring dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

 

Menjadikan Sarapan sebagai Rutinitas yang Menyenangkan

Sarapan tidak selalu harus berlangsung lama. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan yang konsisten setiap pagi.

Banyak keluarga mulai membiasakan duduk bersama selama beberapa menit sambil menikmati sarapan dan minuman hangat sebelum menjalankan aktivitas masing-masing. Momen singkat ini sering kali menjadi waktu untuk berbagi cerita dan menyusun rencana hari itu.

Selain memberi energi bagi tubuh, suasana yang tenang pada pagi hari juga membantu mempersiapkan kondisi mental sebelum menghadapi berbagai aktivitas.

Di tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, minuman hangat tetap memiliki tempat istimewa dalam budaya sarapan masyarakat Indonesia.

Ketika dipadukan dengan menu bergizi, air putih yang cukup, dan pola makan yang seimbang, kebiasaan sederhana ini menjadi bagian dari rutinitas pagi yang mendukung kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan dalam keluarga.