Logo

Menjelang Puncak Haji, Kemenhaj Siapkan Makanan Siap Santap

Reporter:

Senin, 18 May 2026 08:20 UTC

Menjelang Puncak Haji, Kemenhaj Siapkan Makanan Siap Santap

Petugas membantu salah satu jemaah haji asal Indonesia dalam ibadah haji 2026. Dok: Kemenhaj RI

JATIMNET.COM - Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) disiapkan secara optimal.

Penguatan layanan ini dilakukan untuk menjaga stamina, kesehatan, dan kenyamanan jemaah selama menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Juru Bicara Kemenhaj RI Maria Assegaff mengatakan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M hingga hari ke-28 berjalan baik dengan pendampingan petugas di seluruh titik layanan.

“Alhamdulillah, hingga hari ke-28 operasional haji, layanan bagi jemaah terus berjalan baik. Fokus kami saat ini adalah memperkuat kesiapan menjelang Armuzna, termasuk layanan konsumsi yang menjadi bagian penting dalam menjaga stamina dan kesehatan jemaah,” ujar Maria di Jakarta dikutip dari website haji.go.id, Senin, 18 Mei 2026.

Berdasarkan data terakhir, sebanyak 464 kloter dengan 179.463 jemaah dan 1.851 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Sementara itu, sebanyak 455 kloter dengan 175.682 jemaah dan 1.820 petugas telah tiba di Makkah.

Untuk kedatangan jemaah haji gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, telah tiba 190 kloter dengan 72.904 jemaah dan 759 petugas.

Selain itu, sebanyak 12.180 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal yang ditetapkan.

Maria menjelaskan fase di Armuzna merupakan periode yang sangat padat dan membutuhkan kesiapan layanan yang cepat, aman, dan terukur, termasuk dalam penyediaan makanan bagi jemaah.

“Fase Armuzna adalah fase yang sangat padat dan kompleks. Karena itu, layanan konsumsi harus dipastikan berjalan baik. Bagi kami, konsumsi bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi bagian penting dari ikhtiar menjaga kesehatan dan stamina jemaah agar dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk,” ujar Maria.

Pemerintah menyiapkan skema katering Ready To Eat atau makanan siap santap untuk mendukung layanan konsumsi jelang, selama, hingga pasca puncak haji.

Skema ini dipilih dengan mempertimbangkan kecepatan distribusi, kemudahan konsumsi bagi jemaah, daya tahan makanan di tengah mobilitas tinggi, serta pemenuhan standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.

“Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa nusantara agar lebih sesuai dengan selera jemaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jemaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi,” kata Maria.

Selama fase Armuzna, jemaah haji Indonesia akan memperoleh total 15 porsi makanan dengan cita rasa nusantara yang disediakan oleh pihak syarikah.

Selain itu, disiapkan enam porsi makanan pada fase pra-Armuzna pada 7 dan 8 Dzulhijjah, serta pasca-Armuzna pada 13 Dzulhijjah, atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.

Kemenhaj juga telah melakukan pengecekan rutin dan koordinasi intensif untuk memastikan seluruh makanan siap santap dapat terdistribusi ke hotel-hotel jemaah Indonesia pada 6 Dzulhijjah 1447 H atau 23 Mei 2026, sebelum pergerakan jemaah menuju Armuzna dimulai.

“Pengawasan dilakukan sejak proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Kami memastikan makanan yang diterima jemaah layak, higienis, aman dikonsumsi, dan mendukung kebutuhan fisik jemaah selama fase puncak haji,” kata Maria.

Maria mengimbau jemaah untuk menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, makan tepat waktu, dan mengurangi aktivitas fisik yang tidak mendesak menjelang puncak haji.

 

“Jaga kesehatan, hemat tenaga, makan tepat waktu, dan ikuti arahan petugas. Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalani puncak ibadah haji,” ujar Maria.