Logo

Mengatasi Bau Lemari Saat Udara Lembap  

Pakaian yang nyaman dikenakan bermula dari tempat penyimpanan yang terjaga keringnya.
Reporter:,Editor:

Minggu, 01 November 2026 00:00 UTC

Mengatasi Bau Lemari Saat Udara Lembap
 

Ilustrasi: Lemari kering terawat. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Bau lemari saat udara lembap sering baru terasa ketika pakaian hendak dikenakan. Baju sudah dicuci, dilipat rapi, dan diberi pewangi, tetapi aromanya berubah setelah beberapa hari disimpan. Mengganti pengharum mungkin menutupi bau sementara, sedangkan sumber kelembapannya tetap berada di dalam lemari.

Persoalannya bisa berasal dari pakaian yang belum sepenuhnya kering, dinding yang mengalami rembesan, atau udara ruangan yang sulit berganti. Lemari yang terlalu padat juga menyulitkan pemeriksaan bagian belakang dan sudut rak, tempat masalah sering luput terlihat.

Penanganannya perlu dimulai dengan mencari sumber bau. Setelah itu, barulah pakaian, permukaan lemari, dan kondisi ruangan dibenahi sesuai penyebabnya.

 

Kenali Sumber Bau Lemari Sebelum Membersihkan

Kosongkan bagian lemari yang berbau, kemudian periksa pakaian dan permukaannya secara terpisah. Perhatikan apakah aroma paling kuat berasal dari tumpukan tertentu, alas rak, atau panel belakang. Jangan langsung menyimpulkan semua bau apek berasal dari jamur karena pakaian kotor yang terselip dan bahan penyimpanan juga perlu diperiksa.

Bercak, permukaan menggelembung, serta bekas air pada dinding merupakan petunjuk yang patut ditelusuri. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC menjelaskan dalam panduan September 2024 bahwa jamur dapat tumbuh pada kayu, kain, kertas, dan debu ketika tersedia kelembapan berlebih. Bahan-bahan tersebut lazim ditemukan di sekitar lemari.

Pemeriksaan perlu menjangkau dinding di belakang perabot. Jika ada rembesan dari atap, pipa, atau sisi luar bangunan, membersihkan rak saja tidak menyelesaikan persoalan. Pakaian yang dimasukkan kembali akan berada dalam kondisi penyimpanan yang sama.

Catat pula kapan bau paling terasa. Bau yang berulang setelah hujan atau ketika kamar lama tertutup dapat membantu menunjukkan bagian yang perlu diperiksa lebih lanjut. Catatan ini berguna apabila diperlukan bantuan tukang untuk menemukan sumber air.

 

Ukur Kelembapan, Jangan Hanya Mengandalkan Perasaan

Udara yang terasa sejuk belum tentu cukup kering untuk penyimpanan. Higrometer dapat membantu membaca kelembapan relatif, yaitu banyaknya uap air dibandingkan kemampuan udara menampungnya pada suhu tersebut. Angkanya lebih berguna sebagai dasar tindakan daripada sekadar meraba pakaian atau mengandalkan penciuman.

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau EPA menyarankan kelembapan relatif dalam rumah dijaga di bawah 60 persen, dengan kisaran ideal 30–50 persen jika memungkinkan. Angka ini merupakan panduan pengendalian kelembapan ruangan, bukan ukuran bahwa pakaian sudah kering atau jaminan seluruh permukaan bebas jamur.

CDC memberikan anjuran lebih ketat untuk pencegahan jamur, yakni menjaga kelembapan rumah tidak melebihi 50 persen sepanjang hari. Kedua panduan tersebut menempatkan pengendalian kelembapan sebagai tindakan penting, meskipun penerapannya perlu mempertimbangkan kondisi bangunan dan udara setempat.

Letakkan alat sesuai petunjuk produsennya, lalu bandingkan pembacaan pada waktu berbeda. Jangan mengambil keputusan hanya dari satu pengukuran sesaat. Bila kamar tetap lembap meskipun sumber air sudah diperbaiki, penggunaan alat pengurang kelembapan dapat dipertimbangkan sesuai ukuran ruangan dan kebutuhan sebenarnya.

 

Pastikan Pakaian dan Rak Benar-Benar Kering

Periksa bagian pakaian yang lebih tebal sebelum menyimpannya, seperti pinggang celana, kerah, saku, dan lipatan handuk. Bagian luar yang terasa kering belum selalu mewakili seluruh kain. Pakaian yang masih lembap sebaiknya dikeringkan kembali, bukan diselipkan di antara pakaian lain.

Pisahkan pula pakaian yang sudah dipakai dari pakaian bersih. Jaket yang terkena gerimis atau baju yang menyerap keringat perlu ditangani sebelum kembali ke lemari. Kebiasaan menggantungnya di sela pakaian bersih membuat pemeriksaan sumber bau menjadi lebih sulit.

EPA menganjurkan bahan dan area yang basah akibat kebocoran atau tumpahan dikeringkan dalam 24–48 jam untuk membantu mencegah pertumbuhan jamur. Rentang ini menunjukkan pentingnya bertindak cepat setelah barang terkena air, bukan alasan untuk membiarkan pakaian lembap tersimpan selama dua hari.

Setelah rak dibersihkan, tunggu hingga permukaannya kering sebelum mengembalikan isi lemari. Susun pakaian agar mudah diambil dan diperiksa tanpa membongkar seluruh tumpukan. Sisakan ruang yang memungkinkan tangan menjangkau sudut rak serta melihat perubahan pada panel belakang.

 

Bersihkan Sesuai Bahan dan Luas Masalahnya

Debu dan kotoran biasa dapat dibersihkan mengikuti petunjuk perawatan lemari. Untuk jamur pada permukaan keras yang sesuai, EPA menyarankan penggunaan detergen dan air, kemudian pengeringan menyeluruh. Lemari kayu atau papan olahan memerlukan perhatian khusus karena pembasahan berlebihan dapat merusak bahannya.

Panduan EPA menggunakan luas sekitar 10 kaki persegi, setara kurang lebih 0,93 meter persegi, sebagai salah satu pertimbangan penanganan jamur. Area lebih kecil umumnya dapat ditangani sendiri dengan panduan yang tepat. Namun, kerusakan air yang berat, bahan terdampak, dan kondisi kesehatan penghuni tetap menentukan kebutuhan bantuan profesional.

Gunakan sarung tangan, pelindung mata, dan respirator yang sesuai ketika membersihkan jamur. Jangan menyikat jamur secara sembarangan di dekat pakaian bersih. Bahan berpori yang sudah rusak atau tidak dapat dibersihkan menyeluruh mungkin perlu diganti, terutama jika bau terus kembali setelah sumber kelembapan diperbaiki.

Hindari mencampurkan cairan pembersih. CDC memperingatkan bahwa pemutih tidak boleh dicampur dengan amonia maupun pembersih lain karena dapat menghasilkan gas berbahaya. Gunakan produk sesuai label dan pastikan pertukaran udara memadai selama pengerjaan.

 

Atur Pertukaran Udara dan Pantau Hasilnya

Membuka pintu lemari membantu pemeriksaan dan pergantian udara, tetapi manfaatnya bergantung pada kondisi kamar. Membuka jendela ketika udara luar sangat lembap belum tentu menurunkan kelembapan di dalam. EPA menyarankan ventilasi melalui jendela untuk mengurangi kelembapan ketika udara luar tidak lembap.

Pengharum dan penyerap kelembapan kemasan sebaiknya ditempatkan sebagai pelengkap. Ikuti petunjuk penggunaan serta penggantiannya, dan jangan mengandalkannya untuk mengatasi kebocoran. Hindari pula penempatan yang berisiko menumpahkan cairan penampung ke pakaian atau permukaan kayu.

Setelah penanganan, periksa kembali lemari ketika cuaca berubah atau kamar lama tidak digunakan. Perhatikan apakah bau kembali, muncul bercak baru, atau pakaian terasa lembap. Mengatasi bau lemari akan lebih berhasil ketika sumber air diperbaiki, barang disimpan dalam keadaan kering, dan kondisi penyimpanannya terus terpantau.