JATIMNET.COM, Surabaya - Persebaya akhirnya lolos ke semifinal Piala Presiden usai mengatasi perlawanan PS Tira Persikabo dengan skor telak 3-1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Jumat 29 Maret 2019.

Gol Persebaya dicetak Manuchehr Jalilov pada menit 2, Damian Lizio pada menit 87 usia berhasil mengeksekusi tendangan penalti, dan Amido Balde pada menit 90. Sementara itu gol tunggal dari Tira Persikabo dicetak oleh Osas Saha pada menit 61.

Dalam pertandingan tersebut, kedua tim sama sama bermain menekan dan saling jual beli serangan. Namun Persebaya berhasil unggul di babak awal setelah tendangan akrobatik Jalilov berhasil menjebol gawang PS Tira Persikabo.

Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Persebaya memiliki motivasi lebih untuk memenangkan pertandingan melalui permainan menyerang. Namun hingga babak pertama usai, Persebaya tidak berhasil mencetak gol tambahan.

BACA JUGA: Rahmad Darmawan Sayangkan Bertemu Persebaya Lagi di Delapan Besar

Di babak kedua pola permainan Tira Persikabo berubah dan sempat membuat pemain lini tengah persebaya sedikit kewalahan. PS Tira kemudian berhasil menyamakan kedudukan 1-1 pada menit 61 melalui gol Osas Saha.

Tak ingin tumbang, Persebaya tampil lebih menyerang yang membuat Green Force itu mendapatkan hadiah penalti usai pemainnya, Osvaldo Haay dijatuhkan di kota penalti.

Damian Lizio, algojo pinalti berhasil membawa Persebaya unggul 2-1 atas Tira Persikabo. Anak asuh Djajang Murdjaman yang sedang on fire ini berhasil menambah keunggulannya menjadi 3-1 pada menit ke 90 oleh gol Amido Balde. Hasil ini bertahan hingga babak kedua usai.

BACA JUGA: Laga Persebaya vs PS Tira Dimajukan Sore Hari

Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman mengaku puas dengan permainan Rendi Irawan dkk saat meladeni perlawanan Tira Persikabo. Meskipun begitu dirinya sudah mencermati beberapa kelemahan yang perlu dibenahi.

"Kami akui di babak kedua kami sedikit kedodoran yang membuat lawan bisa menekan kami," ucapnya usai pertandingan, Jumat, 29 Maret 2019.

Namun Djanur mengapresiasi permaian anak asuhnya tersebut yang bisa bangkit saat ditekan lawan di babak kedua. "Dengan permainan anak yang bisa keluar dari tekanan itu yang membuat kami puas dengan performa tim ini," ucapnya.

Djanur pun mengungkapkan ada beberapa kunci sukses yang membuat anak asuhnya kembali bangkit, setelah mendapatkan tekanan dari lawannya pada awal babak kedua.

Kunci sukses yang dimaksud adalah pergantian efektif di pertandingan tersebut. Dimana, semua pemain yang dimasukan benar-benar berkontribusi besar dalam kemenangan yang diraihnya.

BACA JUGA: Djadjang Miliki Motivasi Tersendiri Bawa Persebaya lolos 8 Besar

"Kami memasukan pemain-pemain pengganti yang pas dan semua memberikan kontribusi," ujar pria kelahiran Majalengka tersebut.

Sementara itu pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan mengeluhkan gol ketiga yang dicetak oleh Amido Balde. Ia merasa jika pemain Persebaya Surabaya terlebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap pemain Tira Persikabo sebelum gol tercipta.

Namun wasit enggan meniup peluit dan menganggap itu sebagai sebuah pelanggaran. "Gol ketiga jelas-jelas pelanggaran. Tapi wasit membiarkan dan dia membiarkan juga bola mengarah ke gawang kita, tanpa menghentikan pertandingan," ujar pria yang akrab disapa oleh RD.

BACA JUGA: Persebaya Tunggu Restu Datangkan Pemain Asing

Namun dirinya tidak ingin mengomentari keputusan wasit yang memberikan penalti kepada Persebaya. Hal ini dikarenakan dirinya harus melihat lebih dulu tayangan ulangnya.

"Saya enggan mengomentari soal penalti, saya harus melihat tayangan ulang dulu supaya tidak salah berkomentar," ujar RD.

Dalam pertandingan itu sempat terjadi kericuhan, namun mantan pelatih Timnas Indonesia itu meminta maaf atas kericuhan yang sempat mewarnai jalannya pertandingan tersebut.

"Mungkin kita tadi semua tahu ada insiden-insiden yang terjadi. Kalau itu di luar kepatutan, saya memohon maaf atas apa yang terjadi di lapangan maupun di luar lapangan," ujarnya.