Logo

Longsor, Akses Transportasi Antardesa di Karang Penang Sampang Lumpuh

Reporter:,Editor:

Senin, 12 January 2026 02:30 UTC

Longsor, Akses Transportasi Antardesa di Karang Penang Sampang Lumpuh

Kondisi tebing longsor di Desa Karang Penang Onjur, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Senin, 12 Januari 2026. Foto: Mahrus for Jatimnet.com

JATIMNET.COM, Sampang – Akses penghubung antara Desa Karang Penang Onjur menuju Desa Gunung Kesan, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang lumpuh.

Jalan tersebut hilang setengah akibat longsor sejak pekan lalu. Peristiwa yang terjadi pada Rabu malam, 7 Januari 2026, itu merupakan dampak hujan deras yang sebelumnya mengguyur wilayah Karang Penang.

Mahrus Ali, warga Desa Karang Penang Onjur mengatakan kondisi tanah yang labil dan belum adanya bangunan penahan tebing atau plengsengan juga menyebabkan longsor. Sebab, tak mampu tanah menahan debit air yang sangat tinggi.

"Longsor mengakibatkan jalan tidak bisa dilewati kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil," katanya, Senin, 12 Januari 2026.

Mahrus mengatakan, hingga kini kondisi itu belum tertangani. Maka, dia dan warga yang lain berharap agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten segera melakukan penanganan.

BACA: Tertimpa Tanah Longsor, Satu Rumah di Trawas Mojokerto Rusak Berat

Sebab, jika terlalu lama dibiarkan, maka berdampak pada perekonomian warga. Sebab, jalur tersebut biasa dilewati warga untuk melakukan aktivitas dengan jarak paling dekat. Kini, warga harus melewati jalan alternatif dengan rute memutar dan jarak tempuhnya lebih jauh.

"Jalan ini merupakan akses utama warga untuk menuju ke pasar, puskesmas, dan lembaga pendidikan sehingga butuh penanganan cepat dari dinas terkait," ujar pria 38 tahun itu.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sampang Fajar Arif saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa jalan longsor di lokasi tersebut.

Pihaknya berjanji akan segera menindaklanjuti dengan turun ke lokasi untuk melakukan langkah awal penanganan bencana.

“Peristiwa ini merupakan bencana alam yang harus segera ditangani. Kami akan melakukan peninjauan dan pengukuran di lapangan. Jika tersedia anggaran, akan dimasukkan ke dalam daftar data prioritas untuk dilakukan penanganan,” jelasnya.