Lebaran Redakan Konflik Politik Pasca Pemilu dan Pilpres

Rochman Arief

Reporter

Rochman Arief

Rabu, 5 Juni 2019 - 22:09

JATIMNET.COM, Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan hari raya Idul Fitri menjadi momentum elit politik melancarkan komunikasi untuk menciptakan suasana yang lebih tenang.

“Hari ini saya mendengar banyak berita menyenangkan. Komunikasi politik berjalan dengan baik. Memanfaatkan momentum silaturahmi Lebaran,” kata Bambang saat menerima kunjungan silaturahmi Lebaran di rumah dinasnya di Jakarta, Rabu 5 Juni 2019.

Pria yang akrab disapa Bamseot itu melihat ada kecairan dalam silaturahmi Lebaran ini baik dari kubu 01 maupun 02. Dia berharap, suasana politik yang tenang seperti saat ini, dapat terjaga hingga hasil pemilihan presiden diumumkan pada 28 Juni 2019.

BACA JUGA: Peredaran Hoaks Menurun usai KPU Umumkan Hasil Pemilu

“Semoga tidak ada gesekan-gesekan yang berarti, karena sudah diselesaikan dalam dua hari ini, di hari raya,” ungkap Bambang.

Politisi Partai Golongan Karya itu berharap agar seluruh pihak mengedepankan kepentingan bangsa dan negara dengan menurunkan tensi politik yang sempat memanas.

Kecairan politik ini juga dirasakan kubu Partai Amanat Nasional (PAN) pasca pelaksanaan pemilu 17 April 2019 silam. Momen Lebaran ini diharapkan bisa meredakan ketegangan yang sempat memanas dari kedua kubu.

Namun Ketua Umum PAN sekaligus Ketua Umum MPR Zulkifli Hasan enggan membahas masalah hasil pilpres. Kepada awak media di sela halalbihalal atau gelar griya (open house) dia memilih menghindari membahas masalah politik.

BACA JUGA: PP Muhammadiyah Dorong Jokowi dan Prabowo Bertemu

“Istirahat dulu politiknya, setelah Lebaran saja,” ucap Zulkifli, di rumah dinas bilangan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu 5 Juni 2019. Dia menghindar ketika disodorkan pertanyaan berkaitan dengan peluang komposisi calon Ketua MPR 2019-2024.

Menyusul pengumuman hasil rekapitulasi Pileg dan Pilpreg 2019 oleh KPU, Zulkifli sempat beberapa kali bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada 25 April dan 22 Mei lalu.

Belum lama ini Zulkifli dan PAN telah mengakui hasil KPU, baik untuk Pilpres yang dimenangkan pasangan Jokowi-Amin Ma’ruf maupun Pileg. Meskipun PAN bersama PKS mengusung koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, tengah mengajukan gugatan sengketa hasil pemilu di beberapa daerah pemilihan ke Mahkamah Konstitusi. (ant)

Baca Juga

loading...