Jumat, 13 March 2026 00:00 UTC

Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Caruban, Kabupaten Madiun dr.Pertiwi Rosanti, Sp.PD sedang mengecek endoskop atau alat endoskopi sebelum digunakan untuk melayani pasien, Kamis, 12 Maret 2026. Foto: Nd.Nugroho
JATIMNET.COM, Madiun – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban, Kabupaten Madiun terus melengkapi fasilitas dan layanan pemeriksaan kesehatan bagi pasien.
Yang terbaru adalah dioperasikannya layanan endoskopi, yakni salah satu metode pemeriksaan untuk melihat kondisi organ dalam tubuh pasien.
Pemeriksaan dilakukan dengan memasukkan selang kecil dengan tekstur lentur ke dalam tubuh melalui mulut maupun anus.
Pada bagian ujung endoskop, alat pemeriksaan endoskopi ini dilengkapi dengan kamera yang tersambung ke monitor. Dengan demikian, organ dalam tubuh pasien bisa ditampilkan sehingga diagnosis dokter spesialis penyakit dalam yang memberikan layanan endoskopi bisa lebih akurat.
Selain itu, menunjang hipotesis dan keputusan untuk melakukan tindakan medis lanjutan terhadap pasien. Selain itu, mengetahui lebih dini penyakit sehingga dapat menerapkan tata laksana yang baik.
“Untuk memeriksa saluran cerna bagian atas dan bawah. Dengan endoskopi, bisa melihat kondisi organ di dalam tubuh,” ujar dr.Pertiwi Rosanti, Sp.PD, Kamis, 12 Maret 2026.
17 Pasien sudah dilayani sejak awal operasional
Layanan endoskopi di RSUD Caruban mulai dibuka sejak awal Januari 2026. Hingga pekan kedua Maret 2026, sebanyak 17 pasien yang mendapatkan layanan tersebut.
Sebagian di antara mereka merupakan pasien yang menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut. Juga, sebagian lainnya yang rawat jalan di poli RSUD.
Dari belasan pasien itu, Santi menjelaskan, mengalami beragam gejala, seperti muntah darah, buang air besar (BAB) darah, nyeri perut yang dicurigai mengarah ke tumor lambung.
Setelah ditangani hingga dua pekan, gejala tersebut tidak kunjung reda. Maka, dilanjutkan dengan layanan endoskopi.
“Tapi, tidak melulu pasien dengan gangguan penyakit dalam (yang mendapatkan layanan endosopi). Sempat ada pasien dari THT (telinga, hidung, dan tenggorokan) yang kawat giginya tertelan, maka kami tindak di ruang endoskopi,” jelasnya.
Setelah dilakukan penindakan endoskopi, kawat gigi yang tertelan oleh seorang pasien tersebut bisa diangkat dari bagian dalam tubuhnya.
Dilayani dokter spesialis dan perawat yang terlatih
Sebelum layanan endoskopi di RSUD Caruban dibuka, pihak manajemen lebih dulu menugaskan dr.Pertiwi Rosanti, Sp.PD mengikuti pelatihan selama enam bulan di Surabaya melalui program fellowship pada tahun 2025.
“Pelatihan sebagai operator endoskopi. Mengoperasionalkan alat itu, memasukannya ke (tubuh pasien), dan melakukan pemeriksaan,” katanya.
Selain itu, perawat yang membantu Santi memberikan layanan endoskopi juga telah mengikuti pelatihan terkait program tersebut. Adapun pelaksanaannya berlangsung hingga dua bulan pada tahun lalu.
Pelatihan yang telah mereka jalani, merupakan bagian dari penunjang profesionalitas pelayanan kesehatan. “Setelah lulus sebagai dokter spesialis penyakit dalam, tidak mahir mengoperasionalkan alat endoskopi. Maka, perlu mengikuti pelatihan,” ungkap Santi.
Pelatihan tersebut adalah sebagian dari proses terealiasinya layanan endoskopi yang direncanakan sejak tahun 2023.
Pada tahun tersebut, pihak manajemen RSUD Caruban akhirnya membeli alat endoskopi yang anggarannya bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT) tahun anggaran 2023.
Pengadaan alat endoskopi itu menelan anggaran yang tak sedikit. Maka, keberadaannya terbilang masih minim di wilayah eks-Karesidenan Madiun. “Setahu saya, yang memiliki layanan endoskopi ini di RSUD Caruban, Ngawi, dr Soedono Kota Madiun,” ujarnya.
“Di sini (RSUD Caruban) pasien yang dilayani adalah dengan penjamin umum atau penjamin BPJS,” tutur Santi. (adv/inforial)
